Kiara menelan ludahnya dengan sangat kasar, kedatangan orang itu membuat tubuhnya menegang, dan ia bahkan sampai menelan ludahnya berkali-kali. Meski perasaan itu terasa asing, tapi pada akhirnya ia menatap wajah yang sama sekali tidak asing lagi. "Kenapa kamu tegang, Baby? Aku bahkan belum menyentuhmu, dan memuaskan hasratmu." ujar seorang pria yang ada di depan sana. Nafas Kiara memburu, bukan karena ia merasa sensasi yang kerap kali ia rasakan tapi ada ketakutan baru yang datang, dan seakan memaksanya untuk tetap sadar, kalau hubungan mereka tentu lambat laun akan berakhir. Tapi, apa secepat ini? Rasanya ia ingin menangis, tapi tidak mungkin ia lakukan. Arthur mendekat, semakin mendekat. Sorot matanya tampak lain, dan hal itu membuat nafas Kiara makin memburu. Pria itu tampak

