"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Arthur dengan suara yang terdengar dingin dan datar. Pikiran Edo tentu tidak lagi mengarah pada hal positif, dan pikiran kriminalnya langsung melintas begitu saja pada saat itu. Dan dalam waktu yang sama, akhirnya Arthur seakan dapat membaca apa yang dipikirkan oleh pria yang ada di hadapannya kini. "Kamu pasti sudah memikirkan hal macam-macam! Sudahlah, singkirkan pikiran gilamu itu! Jangan berfantasi gila! Aku tentu tidak akan melukai wanitaku, dia terlalu nikmat untuk aku akhiri." ujar Arthur. Akhirnya Edo dapat bernafas lega pada saat yang bersamaan. "Sekarang kerjakan pekerjaan kamu, dan kamu harus menolah dengan cara memberi berbagai macam alasan saat mereka ingin menemuiku. Aku harus mencari banyak alasan sembari mencari jalan keluar." perintah

