Air mata sudah mengalir, tubuh kecil itu kembali bergetar, dan bayang-bayang wajah Arthur akhirnya kembali terlihat. Kiara menangis dalam diam untuk ke sekian kalinya, tapi ia masih diam karena merasa tidak bisa bergerak. Tapi, sesaat kemudian – ia sadar, kalau ia tidak bergerak, maka pria yang ada bersamanya akan makin menjadi-jadi dan tidak terkendali nantinya. Dengan tangan yang masih lemas, Kiara akhirnya mendorong dengan paksa pada saat itu, dan beberapa saat kemudian... "Uugh!" keluh pria yang hendak melakukan suatu hal buruk pada Kiara. Kiara mendorong tangannya dan bahkan kuku-kukunya yang tajam sampai mengenai kulit pria itu. Beberapa saat kemudian, akhirnya Kiara dapat melepaskan diri! Ia mencoba melepaskan tangan pria itu dan membuka pintu ruangan. Saat pintu terbuka, ak

