35, Penghinaan.

1101 Words

"Kamu kenapa?! Kenapa tiba-tiba telpon malah menangis?!" Suara di dalam sambungan telepon membuat Kiara malah makin terisak. Untuk beberapa saat kemudian, akhirnya ia berusaha menghentikan tangisannya dengan susah payah. Ada duka yang tiba-tiba menyelimutinya tanpa ia ketahui apa, dan ia tentu sudah berusaha untuk tidak cengeng menghadapi semuanya, tapi nyatanya– Kiara tidak dapat melakukannya. "Tidak apa-apa, Mbak. Aku hanya ingin nangis aja." balas Kiara dalam sambungan ponsel. "Bikin khawatir aja sih kamu?! Ngomong-ngomong apa kabar kamu, dan ponsel siapa ini? Apa ponsel kamu? Kok fotonya artis Korea?!" "Bukan, Mbak, aku baik-baik saja. Aku juga sudah bekerja, dan aku pinjam ponsel Ibu pemilik warung. Kamu apa kabar, Mbak Gita!" tanya Kiara. "Oalah, aku kira ini nomor kamu. Ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD