38, Malam Panas.

1217 Words

Hawa panas seakan memenuhi ruangan, keringat bercucuran dan bahkan sudah seakan banjir keringat. Resah dan gelisah dengan suatu hal yang terlihat samar, dan bahkan kakibseakan tidak bisa untuk diajak kerja sama karena semakin liar! "D–daddy, jangan lakukan, Daddy, jangan lakukan! Daddy!" Kiara terbangun dengan nafas memburu dan terengah, ia juga akhirnya merasa nafasnya seakan tersengal-sengal pada saat itu. Ia mimpi buruk, sangat buruk sekali! Di mana ia akhirnya melihat suatu hal yang sebelumnya pernah ia bayangkan, di saat ia melihat Arthur tampak berhubungan sangat intim dengan seorang wanita yang mirip dengannya. Kiara spontan bangun dan meringkuk memeluk lututnya, tak lupa ia meremas rambutnya dengan kedua tangannya sembari terisak. "Aku tahu, itu akan terjadi. Tapi, kenapa a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD