Dua Delapan (Anna POV A)

1265 Words

Aku terbangun setelah tidak tahu sudah berapa lama aku tertidur. Leon menyambutku dengan ramah dan perhatian. Saat itu aku mengamati sekitar untuk mencari keberadaan seseorang, meski aku tahu kalau dia tidak akan pernah ada di sini. "Di mana dia?" kataku kemudian bangun perlahan, dan duduk sejenak di atas tempat tidur, masih dengan selimut tebal yang menghangatkan kakiku. "Tuan sudah pergi" aku berpaling menatap keluar. Daun-daun dari pohon maple telah berubah merah begitu cepat. Setahuku, kemarin masih menjelang musim gugur dan sekarang masanya telah kembali, membawa kesedihan yang entah sebabnya apa. "Sejak kapan?" "Tuan tidak pernah datang semenjak Anda jatuh sakit selama dua pekan ini" "Begitu..." kataku kemudian merenung sesaat "Aku mengatakan padanya kalau aku mencintai dirinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD