Dua Sembilan (Anna POV B)

1255 Words

Berhari-hari setelah hari itu, aku tak bisa menghentikan air mataku. Aku tidak bisa tidur, matahari rasanya telah pupus sinarnya sama sekali dan hanya menyisakan jerat luka di balik jendela. Air di sungai Themes tidak lagi berkilau, sekarang semua hal lebih mirip genangan air mata yang tak hentinya mengalir tanpa bisa berhenti. Aku tahu Tuan Leon, Lanny dan Annet mencemaskan aku yang bahkan kehilangan seleraku untuk bisa menikmati makanan apa pun di muka bumi. Aku tidak mengerti mengapa rasanya hidup adalah bagian terberat yang bisa kujalani. Tidak peduli sejauh mana aku pergi, aku melihatnya. Merindukannya tiap kali matahari tenggelam memancarkan warna mata yang mirip sekali dengannya. Beberapa hari yang lalu aku mengira kalau kesepian adalah hal yang menyakitkan, tapi kehilangan dia ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD