Pagi harinya, Andara sudah tiba lebih dulu di kantor. Saat ini, ia sedang menyusun dokumen untuk meeting yang akan Bara lakukan esok hari. Andara berharap, siang ini, urusan Bara dengan pihak bank bisa diselesaikan dengan baik. Ini adalah misi kedua Andara yang sempat Jo ajukan karena merasa om Dimas sudah terlalu memanfaatkan Bara. "Ini adalah awal dari segalanya," kata Andara sambil menggenggam kedua tangannya. "Saya akan membantu kamu, Bara." Setelah siap, Andara berniat untuk keluar dari ruangan utama. Namun pada saat yang bersamaan, Bara masuk dan langsung menghadang Andara. "Ingin meninggalkan saya?" "Bagaimana mungkin? Jangan mengatakan hal tidak-tidak!" jawab Andara sambil memasang wajah kaku dan mata marah. Bara tersenyum, "Bagaimana mungkin kamu tetap terlihat cantik ketika

