Ada rasa yang menyelinap di hati Andara dan meremasnya tanpa ampun. Menciptakan keluhan-keluhan di mulut dan kebodohan-kebodohan di dalam pikiran. Bukan hanya Andara saja yang merasakannya. Bara pun juga demikian. Apalagi ketika melihat mata Andara berkaca-kaca, saat menahan perasaannya. Namun Bara harus kuat pagi ini. Ia ingin urusannya dengan Isabela segera selesai dengan sempurna, kemudian menikahi Andara. Meskipun ia belum mengingat apa pun, termasuk tentang Andara. Entah mengapa, perasaan itu begitu kuat dan dalam hingga Bara merasa tidak perlu menunda-nunda waktu untuk menjadikan Andara miliknya yang halal. Kali ini, Bara sangat sadar bahwa dirinya sudah melakukan sesuatu yang menyakitkan hati Andara, dengan membiarkannya merasa cemburu. Andara duduk di belakang meja kerjanya. I

