21. Kisah Alia

1570 Words

Tok tok tok! Malam ini, aku mengetuk pintu kamar Alia. "Siapa?" terdengar suara gadis itu dari dalam kamarnya. "Saya." jawabku ragu. Diam sebentar. "Emma." Kamu tahu rasanya menyebut diri sendiri dengan nama seseorang yang bukanlah namamu? Sungguh, rasanya sangat amat nggak enak. Kriet. Bersamaan pintu kamar Alia terbuka, menyembul juga kepala sang empunya kamar. Melihatku, gadis itu membuka pintunya semakin lebar, berdiri menyandar pada pinggiran pintu lalu menatapku heran. "Ada apa?" "Ada yang mau saya bicarakan dengan anda." "Penting?" tanyanya to the points. Aku garuk-garuk belakang kepalaku yang nggak gatal. Agak bingung dengan respon gadis yang rambutnya sedang dikucir kuda ini. "Nggak penting sih. Cuma mau ngucapin makasih aja soal tadi pagi." "Oh ..." Oh? Hanya oh doang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD