Siang ini, setelah acara sarapan yang canggung tadi, ibu Gessa menyuruh para calon istri Tuan Barra untuk berkumpul di taman belakang rumah. Beliau mendatangkan seorang peracik teh yang handal. Ibu Gessa memberi tahu kami, kalau Tuan Barra lebih suka teh dari pada kopi, dan meminta kami untuk mempelajari berbagai racikan teh yang nikmat dan segar. Peracik teh itu mengenalkan dirinya sendiri dengan nama Camelia. Wanita setengah baya itu, meminta kami memanggilnya dengan sebutan ibu Amel. Ibu Amel berkata bahwa namanya sendiri, Camelia, adalah nama lain dari teh itu sendiri. Dan tentu saja karena beliau juga pecinta teh sejati. "Kalian suka teh?" Tanya ibu Amel pada kami. Kami pun serempak mengangguk. "Bisa bikinnya?" "Bukankah tinggal meletakkan teh celup gula lalu di kasih air panas?

