Suara bariton Jojo terdengar jelas di telinga Nadia. Tubuhnya menegang seketika, kemudian memutar kursinya perlahan membawanya berputar ke asal suara tersebut yang sangat jelas dekat sekali dengan dirinya. Menatap dari bawah sampai melihat mata tajam Jojo yang siap menerkamnya sekarang juga. “Vit, kita lanjut lagi yah. Gua ada kerjaan. Bye.” Nadia berdiri walau kakinya terasa lemas saat ini, wajahnya sudah memucat seperti habis bertemu dengan setann betulan karena pasti Jojo sudah mendengar umpatannya barusan. “Ka-kamu ke sini..” “Memangnya kenapa? Ini kantorku kan?” Panggil saya Pak kalau jam kerja!” Ucapnya dengan nada meninggi, membuat Nadia mengendikkan bahunya karena kaget. Jojo melangkah mendekati posisi berdiri Nadia, selangkah Jojo maju, selangkah juga Nadia mundur sampai tubu

