Setelah selesai meeting dengan Bianca sang tante, Jojo kembali ke Yayasan XYZ. Yayasan tersebut sudah direnovasi menjadi gedung bertingkat 10 sebagai kantor utama yayasan tersebut. Jojo mempunyai ruangan sendiri di lantai teratas gedung. Baru saja, Jojo melewati sekretarisnya di sana. Marlin bergegas menghampiri Jojo dengan wajah ketakutan. “Kamu kenapa, Lin? Kayak habis lihat setan aja.” ‘Emang habis ketemu setann, Pak.’ Dalam hati Marlin mengumpat. “Itu, Pak. Di dalam ada tamu tapi ngak ada di daftar perjanjian, dia yang langsung nerobos masuk ke ruangan. Sudah saya bilang Bapak sedang keluar kantor, tapi dia maksa untuk tetap masuk dan nunggu.” Dahi Jojo mengerut mendengar ucapan sekretarisnya. “Siapa?” Tanya Jojo sambil melangkah membuka pintu ruangannya. Melihat tamu yang dimak

