Bab 27. Benci dan Cinta

1433 Words

"Tuan Muda!" teriak Ara terkejut saat melihat pintu kamar tiba-tiba terbuka dan mendapati Leon sudah berdiri di depan pintu. Ara yang tadinya baru keluar kamar mandi hanya berbalut handuk segera kembali masuk dan menutup pintunya. Sementara Leon menutup kembali pintu kamar dan mencoba menetralkan detak jantungnya yang tiba-tiba berpacu lebih cepat. Lelaki itu hanya bisa menelan ludah melihat pemandangan barusan. Junior Leon yang sudah lama tidak mendapatkan sentuhan dari wanita manapun langsung menegang melihat tubuh Ara yang terekspos, meski hanya sejenak. "Astaga, kenapa harus melihatnya lagi?" batin Leon sembari meremas rambutnya dengan kasar. Jarum jam menunjukkan pukul delapan malam. Kepalanya terasa pusing. Masalah perusahaan yang dihadapi hari ini tentang ulah Jose yang membuatny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD