Rinda duduk diantara anggota keluarga Reza. Sementara Reza hanya menatap gadis itu saat Rinda menceritakan keadaan Tania beberapa saat lalu. “Entah sampai kapan aku bisa sabar menghadapi sikap gadis itu.” “Sabar! Mama sama papa sama Rinda juga akan selalu bantuin kamu, dukung kamu.” “Ya aku tahu itu.” Reza menghela napas. Dia tahu itu, tapi jika Tania terus menerus memperlakukannya sebagai Rega, Reza yakin dia tidak akan kuat. “Tania tidak pernah manja sama mas Rega, karena tanpa diminta, mas Rega selalu manjain dia,” ucap Rinda. Reza menatapnya. “Apa aku harus melakukan hal yang sama?” Rinda mengangkat kedua bahunya. Tapi, tiba-tiba mereka mendengar Tania menjerit histeris. Mereka langsung menghambur menuju kamar tamu, yang letaknya berada paling depan dari ruangan lain selain

