Ikhlaskan Dia

1050 Words

Tania merasakan hangatnya mentari di balik jendela kamarnya. Dia mencoba duduk dan menggerakkan kakinya untuk turun dari ranjang, perlahan kakinya menyentuh ubin, tapi kemudian tubuhnya roboh karena kaki yang tak kuat menopang bobot tubuhnya. Tania meringis, “Aku nggak mungkin terus menerus seperti ini,” lirihnya. Tania merasa tak berarti, dia merasa hidupnya sudah tak berguna. Reza terkejut saat membuka pintu, dia mendapati Tania yang sudah berada di bawah. Dia meletakan nampan berisi bubur dan segelas s**u di atas meja. kemudian mengangkat tubuh Tania dan mendudukkannya di atas kursi roda, “kamu mau ke kamar mandi?” Tania terdiam dia sama sekali tak memberi isyarat apapun. “Aku bantu.” Reza membuka pintu kamar mandi, dia mengisi bathup dengan air hangat, kemudian menambah milk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD