Rega merasa sangat gugup, jantungnya berdegup kencang karena terlalu lama menahan rindu. Dia menarik napas dan membuangnya perlahan, mencoba menenangkan detak jantungnya yang sedari tadi bergemuruh. "Assalamualaikum …," ucap Mang Diman yang langsung membuka pintu rumahnya. "Waalaikumsalam ..." Seorang gadis berdiri di depan pintu, "Ambu, ini Abah sudah pulang?" ucap gadis itu. "Muhun geulis," ucap seorang wanita enam puluh tahun dari dalam. Rega mengedarkan pandangannya, mencari sosok perempuan yang dia rindukan, tiba-tiba jantungnya semakin bergemuruh, saat dia melihat Tania keluar dari dapur. "Mang sudah pulang, tadi Tania bantuin Bibi bikin pisang goreng." Tania meletakkan piring yang dibawanya di atas meja. Tania belum menyadari dengan keberadaan Rega yang masih mematung di depan

