Sebuah Jebakan

816 Words

Natla: Sebuah Jebakan "Ayo turun." Gue nggak menghiraukan permintaan Raja untuk turun dari mobil. Lagi pula dia membawa gue pergi ke rumah siapa sih? Mobil hitam Raja terparkir di sebuah halaman rumah. Entah rumahnya siapa. Entah rumahnya sendiri, sanak-saudaranya, atau malah rumah orang tuanya, gue nggak tahu pasti. Raja membuka sabuk pengamannya dan turun lebih dahulu. Gue melihat laki-laki berkemeja biru tua itu mengelilingi mobilnya kemudian berhenti di samping pintu lalu membukanya lebar-lebar. "Ayo," ajaknya. Gue memerhatikan halaman rumah di mana mobil Raja terparkir. Masa rumah orang tuanya sih? Lagi pula tujuannya apa membawa gue kemari kalau jawaban gue waktu itu udah sangat jelas. Gue nggak mau. Lamarannya resmi gue tolak ya. "Nggak mau!" tolak gue. "Gue mau pulang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD