Quality Time

1746 Words

Nyonya Lucy tengah sibuk memandangi ponselnya, begitu pula dengan Sandi yang juga sibuk memandangi layar ponselnya. Hanya Elena yang terlihat canggung di hadapan Adrian begitu pula sebaliknya. Mereka terlihat sibuk sendiri-sendiri. Elena mengerti, bahwa mereka adalah orang-orang yang pasti memiliki banyak kesibukan berkaitan dengan rekan dan relasi bisnis, sementara Elena hampir tidak pernah ada yang menghubunginya di telepon, kecuali Silva. Adrian yang memahami situasi ini langsung mencoba mengontrol semuanya. “Ehemmm, ehemmmm.” Adrian sengaja pura-pura batuk untuk membuat ibu dan sahabatnya itu melihat ke arahnya. “Ohh maafkan ibu sayang, ibu tadi harus membalas pesan digroup arisan.” jawab nyonya Lucy yang langsung peka, sementara Sandi tampak acuh saja. “Sandiiii.” Kini giliran ny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD