Adrian melajukan mobilnya dengan kencang, emosi masih menyelimuti pikirannya. Wajah Renata yang menunjukan kesedihan terus saja terbayang diotaknya. Perlakukan kasar suaminya benar-benar membuat Adrian tak habis pikir. Dirinya pun teringat luka lebam di pergelangan tangan Renata. Dia jadi berpikir negatif, apa mungkin itu juga ulah suaminya. Beberapa waktu lalu Renata memang sempat mendatangi Adrian dengan keadaan kacau dan dengan isak tangis, tapi Adrian pikir itu hanya pertengkaran biasa karena seperti itulah dunia pernikahan yang sesungguhnya. Apalagi jika berkaca pada pernikahan orangtuanya yang penuh dengan luka dan air mata Adrian menganggap itu adalah hal biasa. Adrian terlihat tidak fokus. Dia hilang arah, kekhawatiran menggerayangi pikiran dan hatinya. Dia tidak akan berpikir m

