“Ah!” erang Clara lalu dirinya pun terbangun dan menatap langit-langit kamarnya yang sebenarnya sudah cukup tua. Clara memicingkan matanya dan mecoba untuk mengatur napasnya yang terengah-engah. Dampak mimpi erotis yang sangat intens itu benar-benar terbawa hingga pagi hari dan masih melekat dengan erat saat dirinya terbangun seperti ini. Membutuhkan waktu cukup lama bagi Clara untuk menenangkan dirinya, dan mengurutkan ingatannya mengenai mimpi panas yang sudah ia alami tadi malam. Setelah itu, barulah Clara berkata, “Wah, itu benar-benar menakjubkan.” Clara sendiri terlihat takjub, karena merasa jika mimpi tersebut benar-benar sangat menakjubkan. Rasanya, hal itu tidak akan pernah bisa terjadi di dunia nyata. Clara menghela napas dan mengubah posisinya menjadi duduk. Lalu ia memeriksa

