tak lagi bisa terpejam

1184 Words

"Apa aku terlambat?" Daffa mengangkat kepalanya dari buku menu di atas meja. Senyumnya merekah sopan, mempersilakan Karin duduk. "Kau ingin pesan sesuatu?" "Minuman saja, tolong. Aku tidak terlalu lapar." "Oke, biar kupilihkan untukmu." Daffa mencari-cari dan tidak butuh waktu lama untuk memesan menu santai mereka pada pelayan yang datang. "Kau tidak sibuk?" "Aku sibuk. Kurang tidur, tentu saja. Aku harap punya banyak waktu untuk berlibur," ujar Karin masam. Menggeleng miris karena pola kehidupannya tidak teratur. "Kau sendiri? Bagaimana pekerjaanmu?" "Berjalan baik. Kau tahu, aku berdiri ditopang ayahku. Sementara Abe tertatih sendirian. Tentu saja kondisiku selalu baik," balas Daffa ramah—berpura-pura. "Aku tidak terlalu suka mendengarnya." Karin menautkan alis, mengetuk jemariny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD