menggantung asa

1021 Words

"Kau kedinginan." Bagaimana bisa perubahan emosional itu berputar secara cepat? Kepastian dan suasana yang mendukung membuat otak Bianca buntu. Bahkan ia juga membalas pelukan pria itu, sang dokter yang sedang menggambarkan duka. Tapi kali ini mereka kembali ke ruangan, berkutat di atas sofa dengan jarak yang sekiranya bisa membuat Bianca kembali menyentuhkan tangannya pada bahu sang dokter. Samar-samar yang tercium tidak hanya aroma rumah sakit yang pekat, tetapi parfum mahal Abe yang ikut memporak-poranda indera penciumannya. "Aku baik-baik saja," ucap Bianca. Memandang ke dalam iris gelap yang membius dan tampak tersesat. "Kau bisa melihatnya sendiri, hidungku tidak memerah." "Aku—," "Tidak, tidak perlu katakan apa pun." Bianca bergidik semisal Abe menyuarakan kesalahan karena pelu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD