"Selamat siang." "Siang. Semoga hari kalian selalu menyenangkan," kata Karin ramah saat menyapa pegawai di rumah sakit. Ayahnya punya rapat dan akan selesai satu jam mendatang. Jadi ia akan berjalan-jalan sembari membunuh bosan. Tatapannya terpaut pada sosok jangkung yang bersandar pada tembok belakang rumah sakit. Karin tercenung, mengamati gambar Abe dari kejauhan tanpa suara. Kacamatanya tiba-tiba berembun. Menyadari erangan pendeknya mungkin terdengar terlalu keras, ia memutuskan untuk muncul. Memberi Abe kejutan kecil agar pria itu menyadarinya. "Hai! Apa yang kau lakukan di sini?" Karin tidak melihat kalau ada batang rokok yang terselip di antara jari tengah dan telunjuk. Kemudian pada satu sisa puntung rokok di atas rumput. "Kau merokok?" "Aku merokok sejak sekolah. Kau lupa?"

