menginginkan harapan

1677 Words

Saat Bianca masuk, yang ia temukan pemandangan senggang selepas jam makan siang selesai. Rumah sakit seakan bisa memberikan ruang untuk bernapas. Melonggarkan pekerjaan yang padat dari awal hari dan berlangsung sampai matahari tertidur. Sejujurnya Bianca tidak tahu letak ruangan Abe secara pasti. Ia tidak pernah berjalan terlalu masuk ke dalam. Sebisa mungkin tidak terserang penyakit apa pun dan klinik bersama apotik dekat rumahnya cukup menjadi pembasmi rasa sakit ringan ditubuhnya. "Oh, Bianca?" "Alya." Bianca menghampiri gadis itu dengan senyum sesal. "Di mana ruangan Dokter Abe?" Alis Alya berkerut dalam. "Kau mencari Dokter Abe? Kau sudah membuat janji? Atau ini hanya pertemuan biasa?" "Dia meninggalkan sesuatu," balas Bianca ala kadarnya. Sekali lagi ia perlu menekankan diri unt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD