simpang semu

1508 Words

"Aku harus pergi. Ini, sarung tangannya akan aku kembalikan siang hari. Apa kau sibuk nanti?" "Hanya ada satu operasi." Bianca mengernyit dalam. "Oke. Aku akan datang setelah makan siang." Sebelum Bianca benar-benar pergi, ia mendengar sang dokter berdeham. Lantas kedua matanya yang tajam seakan menyayat dirinya. Sebelum bibir tebal itu bersuara, membuat Bianca bergeming. "Kau sudah sarapan?" "Belum." Harusnya dia menjawab sudah. Napas sang dokter tiba-tiba berembus lebih kasar dan cepat. "Aku belum pernah membawa Ryuu ke sana. Tapi beberapa wali pasien merekomendasikan tempat itu. Tidak terlalu jauh dari rumah sakit. Yang punya seorang veteran tentara perang dunia dua. Kau berminat mencoba?" "Kalau aku bilang enak, kau akan membawa Ryuu ke sana?" "Ya." Kepala sang dokter terangguk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD