**Bab 024: Tekanan Batin** Pak Marta melirik ke arah Rezvan yang duduk menyendiri di dekat batang pohon. Wajahnya pucat, tatapannya kosong menatap tanah lembab. Anak-anak berusaha mendekat, tapi Rezvan tetap diam, seolah mereka tak ada. Pelan, Pak Marta menghampiri Rafandra yang duduk tak jauh darinya. “Raf… ada apa sama Pak Guru?” tanyanya, suaranya rendah tapi tegas. Rafandra menatap api unggun, wajahnya datar. “Enggak apa-apa, Pak…” jawabnya, suaranya acuh tapi lembut. “Kepalamu… enggak apa-apa?” tukas Pak Marta, nada suaranya sedikit meninggi. “Dia jadi aneh sejak kembali. Ada apa? Apa yang kalian lihat?” Rafandra menghela napas panjang, menatap Rezvan sebentar sebelum kembali ke perapian. “Kami… cuma sedang memikirkan sesuatu, Pak,” ucapnya pelan, matanya masih menatap ke api.

