Pagi yang indah, Sehun terbangun dengan senyumannya berharap menemukan sosok cantik yang terbaring disampingnya dengan senyum malu-malu. Tapi memang kenyataan tak seindah ekspektasi, bukannya senyum malu-malu yang ia dapat tapi hanya space kosong yang tersisa dan mulai mendingin. Sehun terkesiap dan segera bangun mencari sosok wanita yang baru saja disahkan menjadi pendamping seumur hidupnya kemarin, tapi sesaat kemudian pandangannya menerawang dibarengi helaan nafas lega begitu melihat sosok cantik dengan rambut sebahunya. Wanita itu bahkan terlihat sangat cantik walau hanya nampak dari belakang. Sesekali Lentera menyelipkan anak rambutnya kebelakang telinganya agar tidak mengganggu acara memasaknya, pandangan Sehun teralihkan pada sosok mungil yang tengah bermain dengan beb

