Parkiran kantor pukul 17.15. Ara sudah berdiri kurang lebih dua menit yang lalu. Dengan sabar ia menunggu kedatangan Julian. Pesan singkat sudah ia kirim sebelum turun dari lantai tiga. Rasanya sudah tidak sabar ingin bertemu Julian lagi. “Ara, kamu nunggu siapa?” tanya Jeni yang kebetulan lewat. Ia menghampiri Ara yang berdiri cukup jauh dari pintu masuk gedung. “Nunggu teman, bilangnya sih mau jemput.” Ara berusaha tersenyum tulus. Ia harap Julian tidak datang di saat seperti ini. Setidaknya setelah Jeni pergi. “Oh, ya sudah gue duluan, ya, taksinya sudah datang,” kata Jeni lalu pergi meninggalkan Ara. Gadis itu bernapas lega ketika rekan seruangannya pergi. Kini tinggal dirinya yang masih menunggu pangeran bermobil putih datang. Lama ia berdiri di parkiran, tapi Julian tak kunjun

