Satu minggu bukan waktu yang cepat. Rasa sakit itu masih membakas. Satu pun pesan dari Julian tak diterimanya. Ara coba mengikhlaskan perasaannya, tapi bayangan pria itu terus menghantui. Mereka tak pernah bertemu lagi, walau kadang Ara diperintahkan pergi ke kantor pusat untuk mengurus sesuatu. Bisa bertemu dengan Julian adalah hal yang mustahil baginya. Gerimis di luar semakin deras. Hujan mengguyur cukup lebat sore itu. Ditatapnya si Bejo yang masih terparkir di halaman kantor. Ara menghela napas lemas. Ia harap motornya masih bisa dinyalakan mengingata Bejo sangat sensitive dengan air hujan. Tiba-tiba perutnya berbunyi. Ara mencoba menahannya. Di samping kantor ada supermarket yang bisa ia datangi, tapi hujan seperti tidak mengizinkan ia beranjak. Lama ia berdiri di depan pintu mas

