Wanita besetelan mewah yang tak lain adalah Kirana, sekali lagi melayangkan tamparan pada gadis di hadapannya. Perempuan itu terus meminta ampun pada Kirana, entah apa yang telah dilakukannya hingga membuat Kirana semarah itu. Amel yang baru saja kembali dari rumah sakit, menyaksikan jika rekan kerjanya dalam kesulitan. Hatinya tergerak untuk membantu, sebab apa yang dilakukan Kirana sudah cukup keterlaluan. "Ada apa ini, Nona?" Amel berlari kecil ke arah rekan kerjanya, berusaha untuk melerai amarah Kirana yang saat ini tengah membabi-buta. "Diam kamu! Berani-beraninya kamu ikut campur?!" Kirana berteriak seraya mendorong Amel. "Ampun Nona, maafkan saya, saya benar-benar tidak mengerti kenapa ini semua terjadi—" "Tutup mulutmu! Mulai hari ini kamu saya pecat! Pergi?" bentak Kirana ta

