Dengan enggan, Nara pun mengikuti Winda. Benar, dia juga butuh tenaga untuk berpikir. Meski hatinya tetap gamang hingga tak berselera, tetapi saat ini hidupnya bukan hanya untuk diri sendiri, ada calon anak dalam rahim yang harus dipertahankan. Usai sarapan, Nara yang jenuh pun menyalakan televisi, dia ingin tahu informasi terkini. Seketika dia terguncang, karena berita yang disiarkan ternyata tentang Kaizar dan dirinya. Semua pernyataan negatif tertuju padanya dan membuatnya disudutkan. "Apa ini? Kenapa jadi begini?" gumam Nara. Winda yang sedang membereskan oeralatan dapur seketika terhenyak, ketika mendengar samar redaksi yang dibacakan oleh pembawa berita di televisi. Sontak, dia berlari ke ruang tempat Nara berada dan mematikan benda berlayar itu. "Jangan dipikirkan!" celetuk Wind

