Perjalanan dari rumahku ke rumahmu lancar gak ada hambatan, aku hanya membawa iringan gak sampai sepuluh mobil, didalamnya juga gak full orang, mulai dari keluargaku, kak Icha sekeluarga, kak Hana dan tunangannya, karyawan Ayah dan tetanggaku itupun yang akrab banget. Akhirnya hari ini beneran jadi kenyataan, sedikit lagi kamu akan jadi milikku seutuhnya. Aku seneng, berdebar dan tegang semuanya jadi nyatu. Aku berhasil ngeubah waktu, saat aku harus sakit hati melihat kamu tunangan bahkan menikah sama cowok yang dijodohkan ibumu. Tiba di rumahmu, kami masuk ke dalam rumah. Semuanya penuh dekorasi, namaku dan namamu terukir di tembok. Ada yang bisa nyubitin aku gak sih, ini kenyataan kan takut mimpi. Ayahku dan bapakmu saling berpelukan, ibumu menyalami Ayah, bergantian Kak icha dan Kak

