"Ezra?" Karen tercekat ketika mendapati Ezra berdiri di ruang tengah dengan kedua bola matanya yang telah menghitam. Mengetahui Ezra berada di bawah pengaruh sihir, Karen melompat untuk menyadarkan sang kakak dan sayangnya langkahnya harus tertahan dengan empat prajurit bertopeng yang mengejarnya dengan kekuatan penuh serta benda yang teracung tinggi siap membuat dirinya terluka atau berhenti sampai di sini. Nisaka berlari ke taman belakang, mendapati ada satu pria berjubah putih ada di belakang sana dengan seringai kemenangannya. Dengan geram, Nisaka pergi ke dapur Istana Putih, mengambil dua benda berbahaya itu dan berlari dari belakang tubuh si pria. Dua prajurit yang Karen kenal adalah prajurit perang dari klan Maritz segera melindunginya dengan memecah fokus pria berjubah putih itu

