“Kenapa kamu memilihku?” begitulah lontaran pertanyaan yang Aisyah berikan pada Alif, di hari lamarannya. Tepat dua hari setelah ia pulih dari sakitnya, bersama kedua orang tuanya Alif datang bertamu mengetuk pintu. Dengan keteguhan hatinya juga, Alif berhasil meyakinkan Abinya, jika Aisyah adalah wanita terbaik yang telah Allah pilihkan. “Karena kamu adalah jawaban dari segala penantian ini. Juga... Karena Dialah yang memilihkan dan Dia pula yang mempertemukan dengan cara yang indah.” jawaban yang Alif berikan langsung membuat Aisyah terpana seketika. Senyuman yang sedari tadi ia tahan, tak bisa ia sembunyikan lagi. Di sebelah Paman dan Bibinya sebagai wali, Aisyah mengulum senyuman. “Aisyah, apa ada lagi yang ingin kamu bicarakan pada Nak Alif?” tanya Pamannya, berhasil menyadarkan A

