“SAL! Faisal! Hey, Nak! Bangun!” suara dan guncangan di pundaknya, membuat Faisal tersadar dari mimpi. Faisal mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia berusaha menstabilkan pandangan. Pandangannya baru terasa jelas. Dia berada di kamar inap Sandryna di Rumah Sakit. Dan tubuh Sandryna yang tampak menutup mata, terbaring di atas bankar. Lalu, dua orang Wanita paruh baya yang sangat ia kenali. “Ma, Mi, ada apa?” tanya Faisal begitu ia sadar, sebab dua Wanita paruh baya itu menatapnya aneh. “Kamu itu yang kenapa?” Maminya malah balik bertanya. “Kamu tadi mimpi buruk, Sal? Kok, sampe keringatan terus meracau gak jelas gitu?” “Emang Faisal meracau apaan?" “Jangan tinggalin Sandryna. Itu kata, kamu.” sahut Mama Sandryna. Barulah Faisal mengingat semua mimpi buruknya tadi. “Ah, ternyata itu

