Part 29

1973 Words

Ruangan luas serba putih itu menjadi saksi bisu hati yang hancur. Banyak orang-orang yang berpakaian snelli menatap seorang pria. Pria itu menunduk dan menangis dalam diam. Tangisannya tak henti-henti. Rasa penyesalan begitu tercetak jelas di mimik wajahnya.  “Bagaimana, Dokter Faisal? Sekarang kami hanya menunggu keputusan Anda saja. Tanda tangani informed consent operasi cito ini atau tidaknya, itu tergantung Anda.” tanya Dokter Laura, wajahnya terlihat memohon. Empat Dokter di sana saling melemparkan pandangannya pada Faisal. Masih tidak ada satu pun jawaban yang Faisal berikan sedari tadi. Sementara itu, keempat dokter yang berada di sana masih menunggu dengan sabar.  “Dokter Faisal, waktu terus berjalan! Hidup dan mati Sandryna di pertaruhkan!” Sontak Faisal berdiri, menatap Dokte

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD