Part 26

2124 Words

“Jenny!” “Ya, Dok?" “Tolong beliin saya rujak, rawitnya sepuluh, terus pakek es batu.” mulut Jenny menganga. Ekspresinya cengo. Dia harap, pendengarannya tak salah.  Rujak? Rawitnya sepuluh butir? Pakai batu es? Di pagi buta begini?! Itu adalah kombinasi makanan beracun. Bisa dipastikan manusia normal akan mati memakannya. “Dok— Dokter Faisal yakin?!” “Yaiyalah, Jen!” intonasi suara Faisal sedikit meninggi. “Buruan, kamu beli! Kepengen banget saya makannya!” otak Jenny terasa sulit merespon permintaan Faisal yang sangat aneh itu. “Allahuakbar, Jenny! Kenapa masih diem aja?!” Sontak lamunan Jenny buyar. Dia kembali ke dunia nyata. Mata Jenny berkedip beberapa kali. Perawat berhijab itu mencoba mengumpulkan jiwanya yang masih ada setengah di dalam otak. “Eh, iya, Dok!” Bergegas ia pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD