Pada hari Kamis dini hari, Faisal mendapatkan pesan dari Liana. Kekasihnya itu meminta dirinya untuk bertemu di sebuah Cafe. Cafe biasa yang sering kali mereka datangi. Bisa dibilang Cafe itu adalah tempat terfavorit bagi mereka. Dan di sinilah Faisal. Duduk berhadapan dengan Liana. Hidangan kecil sengaja di pesan Liana lebih awal sebelum Faisal datang. Dari tatapan mereka masih sama. Tatapan cinta di saat masa berpacaran dulu. “Ih, Faisal! Lihat, deh!” suara kegirangan dari Liana, mau tidak mau diturutinya. Seperti Intruksi Liana tadi, Faisal pun melihat ke arah wanita itu tunjuk. “Tasnya bagus banget, kan? Aku suka, deh!” Faisal mengangguk membenarkan pernyataan dari Liana itu. Tas bermerek Hermes-lah yang baru saja Liana perlihatkan. Pandangan Wanita itu terus saja menyorot tepat d

