" Di tunggu pesanannya mbak dan mas nya " ucap pelayan setelah mencatat pesanan yang di pesan Arya dan Camelia.
Arya sebenarnya bingung ia harus memulai dari mana, ia sudah yakin ingin memulai suatu hubungan yang baru dengan Camelia. Tapi apakah Camelia mau menjalin hubungan dengannya, itu yang di pikirkan Arya.
Melihat Camelia yang asik memandangi ikan - ikan yang berada di kolam di bawah saung tempat mereka makan, Arya memutuskan untuk mengatakannya saja. Entah apa tanggapan Camelia nanti ia tak peduli yang pasti harus ia katakan dulu, itu pikirnya.
Menarik dan menghembuskan nafas berulang - ulang agar ia tak terlalu gugup, setelah merasa tenang Arya memanggil Camelia.
" Cabe... " ucap Arya berusah tenang dan tak gugup.
" Saya suka sama kamu... " ucap Arya dengan wajah serius,.
" Entah kapan tumbuhnya saya gak tahu yang pasti saya merasa sesuatu rasa yang saya gak pahami, rasa nyaman saat bersama kamu dan saya merasa rindu kalau saya tak bertemu kamu, dan saya sangat suka melihat wajah kesal kamu. Saya mau kita memulai sebuah hubungan yang baru, yang lebih serius atau yang lebih terikat menurut saya. " Arya berkata panjang lebar mengungkapkan apa yang ada di hatinya, tak peduli Camelia mempunyai rasa yang sama sepertinya ataupun tidak yang pasti ia harus lega sudah mengungkapkan apa yang ia rasa.
Camelia yang mendengar apa yang arya ucapkan langsung terdiam, ia terkejut tentu saja dengan apa yang di ucapkan Arya.
" Bos gilanya menyukai dirinya, apa ia tidak salah dengar " pikir Camelia.
" Ha ... Ha ... Ha... " Camelia tertawa keras merasa lucu dengan apa yang Arya ucapkan.
" Pak Arya kalau mau bercanda jangan begitu ah nanti saya naper gimana? " Camelia berkata setelah mencoba menghentikan tawanya, walau pun tak berhasil karena bibirnya masih menampilkan sedikit senyumnya.
Ia menatap lurus Arya yang ada di depannya tak habis pikir dengan bosnya itu, tapi tawanya langsung benar - benar berhenti saat melihat tatapan datar yang dulu pernah satu kali ia lihat, saat pertama bertemu di gunung untuk pertama kali.
" Jadi kamu kira saya bercanda, apa wajah saya saat ini kelihatan seperti orang bercanda? " tanya Arya dengan suara dinginnya yang berhasil membuat Camelia mamatung.
" Saya memang menyukai kamu Camelia, dan saya juga sudah memikirkannya. Jadi pernyataan saya tadi bukan bualan semata. " ucap Arya tegas.
Camelia yang masih terkejut tak tahu harus berbicara apa, ia bingung apa yang harus ia ucapkan.
"Say_" " Maaf menunggu lama , selamat menikmati. " ucap pelayan yang berhasil motong apa yang di ucapkan Camelia. Melihat suasana yang menjadi canggung Arya memutuskan untuk makan terlebih dahulu.
" Makanlah nanti kita bicara lagi... " ucap Arya berusaha mengubah suasana supaya tidak canggung lagi.
Camelia makan dengan tidak berselera ia bingung dengan jawab apa yang harus ia berikan untuk Arya. Arya pun juga sama tapi aja berusaha untuk bersikap biasa saja. Setelah mereka menyelesaikan makannya camelia berusaha untuk berbicara.
" Apa yang membuat bapak menyukai saya? " Tanya Camelia berusaha untuk mengetahui apa yang bosnya itu sukai dari dirinya.
" Apa saya harus menjawab itu? " tanya Arya merasa bingung. Camelia memutar matanya kesal.
" Ya Iya lah masa enggak, kan saya harus tahu kenapa bapak bisa suka sama saya, sedangkan di luaran sana pasti banyak yang suka sama bapak kan ? " tanya Camelia merasa jengkel.
" Entah lah seperti yang saya bilang tadi rasa itu begitu saja muncul. Awalnya saja juga menganggap itu tak mungkin ,tapi semakin lama saya tahan semakin tak tertahan. Rasa rindu yang tiba - tiba muncul saat saya gak ketemu kamu, rasa senang saat kamu tersenyum bagja saat kamu marah dan merasa kesal pun semua sangat saya suka. " ucap Arya sambil tersenyum geli mebayangkan Camelia saat itu.
Camelia yang mendengar itu merasakan jantungnya berdegup kencang entahlah ia merasa detak jantungnya berdebar keras, " ya tuhan jantung gue dag dig dug aduh Jerapah kampret bikin jantung gue dangdutan aja. " maki Camelia dalam hati.
" Tapi maaf saya tidak bisa menerima bapak, saya belum siap untuk memulai sebuah hubungan yang baru untuk saat ini. " ucap Camelia dengan pandangan terlihat sendu. Arya yang mendengarnya pun kecewa tapi ia bisa apa.
" Apa kamu takut memulai karena masih mengingat hubungan kamu yang berakhir penghianatan? " tanya Arya tepat sasaran dengan apa yang di pikirkan Camelia.
Ia memang masih teringat dengan penghianatan yang di lakukan Rama bersama kakaknya itu, ia takut kejadian yang sama akan terulang lagi, lagian kejadian itu baru terjadi beberapa bulan yang lalu makanya ia masih mengingatnya.
" Saya juga pernah merasakan apa yang sekarang kamu rasakan, " ucap arya berhasil mengejutkan Camelia.
" Tunangan saya berselingkuh ketika saya masih menyelesaikan pendidikan saya di luar negeri, ... bukan kah kita bisa berusaha saling menyembuhkan lantaran kita pernah sama - sama di hianati ? " tanya Arya yang berhasil mengejutkan Camelia. Ternyata bosnya itu juga pernah merasakan apa yang pernah ia rasakan.
" Kamu tidak usah menjawab sekarang kalau kamu merasa ragu, saya akan menunggu sampai kamu yakin dengan apa yang kamu rasakan untuk saya. " ucap Arya yang melihat Camelia terdiam karena ragu dengan jawabannya.
" Ayo kita kembali, sebentar lagi waktu makan siang habis. " Arya beranjak menuju kasir untuk membayar makannya setelah melihat Camelia beranjak mengikutinya.
Sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara mereka sibuk dengan pikiran mereka masing - masing, menyebabkan suasana menjadi sunyi.
" Kamu turun di tempat parkir saja ya ,nanti kamu turun terlebih dulu lalu saya setelah kamu kemudian. Jadi kamu tidak usah turun di tempat yang tadi. " Arya berkata sambil melirik kearah Camelia lalu kembali menatap kedepan.
" Tak ada PENOLAKAN cabe... " ucap Arya menekankan kata penolakan pada Camelia, yang membuat Camelia cemberut.
Arya yang melihat Camelia cemberut semakin senang karena selalu berhasil membuat gadis yang di sukainya itu terlihat imut di matanya.
" Kenapa itu bibirnya seperti itu minta di kiss gitu. " ucap Arya menggoda Camelia dengan memajukan bibirnya ke depan, yang berhasil membuat wajah Camelia memerah malu.
" Ih pak Arya m***m ... " ucap Camelia dengan mata melotot ke arah Arya, sedangkan sang pelaku malah tertawa senang.
" Sudah sampai, sana kamu keluar lebih dulu. " kata Arya sambil ia menatap sekelilingnya. Camelia yang merasa cukup aman untuk ia keluar akhirnya memutuskan untuk keluar.
" Makasih pak atas makan siang, saya masuk dulu. " pamit Camelia yang di balas anggukan kepala oleh Arya,
" Lia... " Arya menahan ya nggak Camelia saat akan membuka pintu mobil.
" Saya harap kamu bisa segera memberikan jawaban atas pernyataan saya tadi. " ucap Arya dengan wajah serius, yang di balas anggukan kepala oleh Camelia.
Setelah melihat Camelia sudah berjalan cukup jauh Arya juga memutuskan untuk keluar dan masuk kedalam kantornya, ia melihat Camelia yang sepertinya sedang menunggu lift yang hendak turun.
Akhirnya perasaan Arya sedikit lega karena berhasil mengutarakan isi hatinya, tapi ia juga kecewa karena sepertinya Camelia masih ragu dengan apa yang hatinya rasakan, tapi ia tak akan menyerah untuk menyakinkan hati Camelia.
Tersenyum dengan apa saja yang ia rencanakan untuk menyakinkan Camelia, hingga suara menghentikan langkahnya.
" ARYA... " teriak suara seseorang yang sepertinya ia kenal. membalikkan badan ia terkejut dengan siapa yang memanggil dirinya barusan. Yang lebih mengejutkan lagi sosok tersebut langsung memeluknya di depan semua karyawan yang masih berada di lobby kantor.
" Aku merindukan mu.. " bisik orang itu.
by Cha88.
makasih yang sudah tekan ♥️ dan follow jangan lupa komentarnya juga supaya cerita ini lebih baik.