episode 29.

1321 Words
Pagi tadi Camelia di kejutkan dengan pesan yang di kirimkan oleh Arya kepadanya. Laki - laki itu mengatakan mereka tak bisa makan siang bersama untuk beberapa hari kedepan, karena ia akan pergi keluar kota untuk beberapa urusan pekerjaan. Itulah usus pesan yang di sampaikan Arya padanya. Camelia tentu saja merasa senang karena ia sudah lama tidak pernah makan bersama teman - temannya. Ia suka merasa tak enak setiap kali menolak setiap ajak untuk makan bersama mereka. Untung saja ia selalu beralasan bawa ia membawa bekal jadi mereka tak terlalu kecewa. Waktu makan siang pun tiba, Camelia langsung membereskan semua barang - barang yang berserakan di atas meja kerjanya dengan semangat untuk pergi makan siang bersama teman - temannya. Desi yang melihat itu merasa heran dengan kelakuan temannya itu, " Kamu mau kemana Lia ? " tanya Desi heran ,melihat Camelia terburu - buru membereskan tempat kerjanya. Laras yang mendengar ucapan Desi mengalihkan pandangannya pada Camelia, mengerutkan sepasang alisnya tanda juga merasa aneh. " Lho emang kalian gak mau makan siang kan udah waktunya makan siang ? " Camelia bertanya dengan muka heran. " Oh kira in kamu mau kemana, " kata Laras biasa saja, setelah mengetahui apa penyebab temannya itu bersemangat. " Ayo cepat... Aku sudah gak sabar mau makan siang dengan kalian " Camelia berucap dengan tangan yang langsung menarik paksa kedua temannya. " Eh ... Eh ... sebentar gue mati in laptop gue dulu Lia " ucap Desi yang menahan tangannya ketika akan di tarik Camelia " Buruan Des ... lo lama banget sih " Camelia memanyunkan bibirnya lantaran Desi duduk lagi di kursi yang tadi ia tinggalkan. " Iya bawel ... " balas Desi sambil berjalan ke arah Camelia setelah selesai dengan laptopnya. Laras yang melihatnya hanya tersenyum karena sudah lama mereka tidak makan bersama, ia merasa senang karena akhirnya bisa berkumpul bertiga lagi. Kedua temannya hanya menurut saja ketika tangan ke duanya di tarik oleh Camelia. " Kita mau makan dimana nih? " Laras bertanya saat akan memasuki lift untuk turun ke lantai satu. " Kita ke kantin saja yuk dah kangen nih pengen makan Rawon pak Yus ... " Camelia bersuara dengan nada yang riang sambil membayangkan kuah rawon yang enak, yang membuat air liurnya seakan menetes. Laras dan Desi yang mendengar nada riang Camelia, menggelengkan kepalanya yang seakan sudah lama tidak makan Rawon saja. " Oke lah let go ... " ucap Desi tak kalah semangat. Sepanjang perjalanan mereka tak henti - hentinya tertawa, apa saja mereka bahas dari yang penting sampai hal biasa. Mereka keluar dari lift dan melangkahkan kakinya ke arah kantin kantor yang terletak di bagian samping kantor. Mengedarkan pandangan untuk mencari tempat kosong yang bisa mereka duduki. " Lo persen apa Ras ... " tanya Desi sambil melangkahkan kakinya berniat dia yang akan memesan. " Lo yang mau pesanin ? " tanya Laras sambil matanya mencari tempat yang kosong. Desi menjawab dengan menganggukan kepalanya. " Gue soto mie deh sama es teh " jawab Laras, sambil mendudukkan pantatnya di meja yang kosong. " Oke ... " Desi yang berniat langsung pergi, seketika menghentikan langkahnya ketika mendengar suara Camelia. " Kok gue gak di tanya in Des ... " ucap Camelia dengan muka kesalnya, Desi yang mendengarnya langsung menjawab. " Gue dah tahu lo mau persen apa ... Rawon sama jus jeruk kan ? " tanya Desi dengan menaikan sebelah alisnya sombong. Camelia yang mendengarnya langsung memeluk Desi erat. " Wah Desi hebat tau saja apa yang Lia mau ... " ucap Lia Senang karena Desi tahu apa yang ia inginkan. " Udah ah gue mau pesen lo berdua tunggu saja ya ... " Desi melangkah pergi setelah Camelia melepaskan pelukkan dari tubuhnya. " Lo tumben hari ini gak bawa bekal ? " pertanyaan Laras mengejutkan Camelia. " Iya lagi bosen aja, sekali - kali pengen makan bareng kalian lagi ... " ucap Camelia sambil memainkan jari - jari tangannya. " Hubungan lo sama Rama gimana, ? " Laras tiba - tiba teringat dengan masalah yang sempat membuat temannya itu sedih. Camelia yang mendengar itu tersenyum kecil. " Gue sudah bener - bener putus, beberapa minggu lalu gue bertiga sama Rama dan kak Siska makan siang bersama, dan gue tegas in semuanya di situ. " Camelia menjawab dengan tenang, seakan hatinya sudah benar - benar sembuh. " Jadi lo sekarang sudah jomblo, emang Si Rama mau lo putusin? " tanya Desi yang langsung bertanya saat mendengar apa yang sedang di bicarakan oleh kedua temannya. , sambil mendudukan pantanya di kursi yang masih kosong,. " Ya gitu deh ... Itu urusan nya Rama mau dia terima atau tidak yang pasti gue udah memutuskan untuk putus dari dia. " Camelia menjawab tak peduli. " Lagian di kan punya kak Siska , jadi buat apa mempertahankan gue di sisinya." Camelia menjawab panjang lebar agar tak ada pertanyaan lain lagi. Melihat Camelia yang tak mau menceritakan lebih banyak lagi tentang Rama sang mantan, Laras dan Desi tidak berusaha untuk membahasnya lagi. Makanan pun datang, mereka makan dengan lahap sambil sesekali tetap bercerita. Ketika sedang makan Camelia melihat daging tetelan , yang ia tak suka sehingga ia reflek bersuara. " Pak Arya mau tetelan punya saya? saya gak suka ... "ucap Camelia sambil mengangkat sendok yang berisi daging bermaksud untuk memindahkan pada mangkuk Arya, yang sangat menyukai daging bagian itu. Tapi Camelia terkejut begitu mengangkat wajah, bukannya Arya tapi Desi yang tepat di depannya. Ia membulatkan matanya begitu sadar dengan ucapannya. Begitu pun dengan Desi dan Laras yang tak kalah kaget mendengar ucapan Camelia. "Lo bilang apa Lia ? pak Arya... Arya mana siapa ? " tanya Desi dengan mata menyelidik ke arah Camelia. Camelia gelagapan mendengar pertanyaan dari Desi. E_eh itu maksudnya itu Ras iya Ras, bukan Arya ... Lo salah dengar kali Des " Camelia berkilah dengan nada gugup. " Bodoh lo lia kenapa lo malah mikir makan sama pak Jerapah " Camelia merutuki mulutnya yang malah keceplosan. " Lo bohong Lia, jelas - jelas gue dengernya Arya bukan Ras, ya kan Ras ? " tanya Desi tak mau kalah. " Ah sudah - sudah ayo kita balik, sebentar lagi waktu istirahat dah abis " Camelia mencoba mengalihkan pembicaraan supaya tidak lagi membahas tentang ucapannya tadi. Ia lansung berdiri berniat meninggalkan kedua temannya, tapi perkataan Laras berhasil menghentikan langkahnya. " Lo gak lagi nyembunyiin apa pun dari kita - kita kan Lia ? " tanya Laras dengan mata memicingkan tajam, yang berhasil membuat Lia tak enak hati. Tapi ia berusaha untuk menyangkalnya. " Gak.... Apaan sih kalian ini, masa gak percaya sama gue sahabat cantik kalian " Camelia mencoba bercanda di tambah tersenyum walau dengan terpaksa. " Ayo ... Ayo ... cepat nanti kita telat keburu jam istirahat habis " Camelia mendorong punggung Laras dan Desi, supaya mereka tidak membicarakan hal yang tadi. Ketika mereka melewati lobby depan pandangan mereka mengarah pada sosok perempuan cantik yang berdiri di meja resepsionis, ia memakai dres biru tanpa lengan yang panjangnya di atas lutut. Samar - samar ia mendengar nama Arya di sebut wanita itu, " Apa nyari pak Arya ... " batin Camelia. " Lia lo buruan liftnya mau ke tutup " Desi mengagetkan Camelia yang tanpa sadar melamun, sambil memperhatikan wanita yang berada di bagian receptionis. Camelia buru - buru melangkah masuk takut pintu lift tertutup. " Cewek tadi pacarnya pak Arya ya... Tadi nyariin pak Arya tuh, gue denger " ucap salah satu karyawan wanita yang berada di belakang Camelia. " Yang bener lo pacar pak Arya? wah potek deh hati gue kalau pak Arya dah punya cewek " Desi si kepo ikut bersuara, sepanjang di lift mereka terus membicarakan tentang Arya. " Jadi pak Arya sudah punya pacar ... " pikir Camelia. " Kenapa d**a gue sakit y " batin Camelia sambil tangannya menyentuh bagian d** a nya. Laras yang memperhatikan sikap Camelia merasa ada sesuatu yang tak beres dengan temannya itu. by Cha88. Terima kasih sudah mampir jangan lupa tekan ♥️ ya makasih.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD