episode 2

1144 Words
camelia pulang dalam keadaan basah kuyup, akibat kehujanan. ketika sampai siska sudah menunggu untuk menjelaskan semua yang terjadi, " lia, kakak ingin bicara .. " tutur siska. ketika melihat camelia memasuki rumah. tapi camelia tidak perduli ia tetap melanjutkan langkah nya ke kamarnya. Dengan setengah berlari camelia berusaha menghindar dari kakaknya, setelah sampai dia langsung masuk dan mengunci pintu. supaya tidak ad yang bisa masuk, yang ia butuhkan sekarang hanya sendiri. ia butuh menenangkan hati dan pikirannya yang sedang kacau. masih dengan hati dia yang kalut, ia menangis di bawah shower yang mengalir, " kalian benar- benar jahat, salah apa aku pada kalian sehingga kalian melakukan semua ini kepada ku.." monolog camelia . Setelah puas menangis, camelia keluar dari kamar mandi dengan badan dingin serta kepala sedikit pusing, dengan gerakan pelan ia mengenakan baju lalu membaringkan tubuhnya yang lelah, serta hati dan pikiran yang kacau, berharap semua yang terjadi hanyalah mimpi belaka. ## Camelia terbangun karena bunyi alarm yang biasa ia gunakan setiap hari, dengan kepala yang masih sedikit pusing camelia memaksakan tubuhnya untuk bangun, karena rencananya hari ini ia akan berangkat lebih pagi supaya tidak bertemu keluarganya ketika sarapan.. Setelah rapi, dan menggunakan make up ,camelia bergegas berangkat ke kantor. Ia langsung masuk ke taxi yang sudah ia pesan ketika sedang bersiap tadi.. Suasana kantor masih sepi ketika ia tiba,hanya petugas kebersihan yang sedang mengerjakan mereka masing - masing. Setelah sampai di meja kerjanya ia menyandarkan punggung di kursinya, memijat kepalanya yang agak pusing.. " Ceklek.." bunyi pintu terbuka " lho neng lia tumben jam segini udah datang..?" ucap salah seorang petugas kebersihan yang bernama wati agak kaget camelia sudah ada di kantor padahal masih pagi. " Iya ,mbak kerjaan lagi banyak.. " jawab camelia. " oh..gitu, saya izin bersihkan ruangannya ya neng..? "anggukan kepala camelia tanda mengizinkan mbak wati untuk membersihkan ruangannya. "Mbak wati, nanti saya titip beli in sarapan ya mbak di bawah, apa saja boleh ,tadi saya belum sempet sarapan.., dan ini uangnya makasih ya mbak sebelumnya..". kata camelia sambil menyerahkan uang berwarna biru kepada mbak wati. " Sip ...mbak ,saya akan belikan." jawab mbak wati. " Makasih mbak kalau ad dikembalikannya ambil saja ya mbak.." ucapnya kembali.. " wah..makasih neng lia.." suara riang mbak wati di jawab anggukan kepala oleh camelia. Sebenarnya ia tidak lapar tapi dia harus sehat supaya siap menghadapi masalah yang sedang dia hadapi sekarang, dia memikirkan apa yang akan terjadi sekarang, tiba - tiba terdengar bunyi handphone yang berbunyi, lia melihat lalu mengabaikannya. Dari semalam handphone nya terus berbunyi tapi ia mengabaikannya, ia belom siap untuk berbicara dengan Rama, ya benar yang menelepon memang rama, bukan satu atau dua kali dia menelepon puluhan kali dia menelepon, tapi lia tidak berniat untuk mengangkatnya. " Doorrr... " kaget seseorang, " ya ampun, Desi pagi - pagi dah bikin aku kaget kamu..." marah lia pada teman satu ruangan yang dia tempati. " He.. he.. he.. , ya sorry lagian kamu pagi - pagi dah bengong, " balas Desi.. " kamu ada masalah tumben jam segini dah di kantor.., " tanya laras juga. " Gak, aku cuman bangun kepagian aja makanya berangkat pagi.." bohong lia sambil tersenyum. " Sorry ya aku belum bisa cerita.. " gumam lia dalam hati. Laras dan Desi adalah teman satu ruangan lia, mereka bekerja di salah satu perusahaan terbesar di indonesia, yang bergerak di bidang hotel, mall, dan dan beberapa sarana tranportasi. " Eh lia kamu tahu kalau katanya pak boss bakalan pensiun ..? " tanya laras.. " kamu denger gosip dari mana sih, ras.." tanya lia. " Dari group anak - anak bagian keuangan.. " jelas laras. " trus yang ganti in katanya anak pak boss yang baru balik dari luar katanya.. " sambung desi. " kamu juga tahu Des,..? " lia penasaran.. Anggukan kepala yang di dapat lia dari desi. setelah itu tak ada yang bicara lagi, semua sibuk dengan pikiran mereka masing - masing. Tak terasa jam makan siang pun tiba, mereka bertiga pun menuju kantin yang di siapkan oleh perusahaan tempat mereka berkerja,.. " Kalian mau makan apa nih biar aku yang pesen , mumpung aku lagi baik he.. he.. " canda Desi. " aku soto mie sama es teh manis kayaknya enak tuh, kamu pesen apa lia... ? " tanya laras. " sama in aja deh Des.. " jawab lia. " Ok.. sip.. " ..Desi mengangkat jempol, lalu pergi.. sepanjang mereka makan siang mereka bercanda dan tertawa bersama, hal itu bisa sedikit mengurangi beban yang lia rasakan. " Eh... lia gimana kabarnya Rama ?" tanya laras. " Baik.. lagi sibuk dia, maklum lah dosen kan lho tau sendiri.. " jawab lia. " Iya sih, aku jadi inget pas kita ketemu pertama dulu sama, lagi sama Doni .. " ingat laras " aku yang online kamu yang dapet pacar.. ! ha... ha... ha.. " lanjut laras. camelia hanya tersenyum masam mengingat lagi kisahnya dulu dengan Rama. " Eh.. eh.. gibah gak ajak - ajak kalian.. " celetukan Desi yang tiba - tiba datang, membawa nampan di bantu pegawai kantin, " Heh.. sembarang siap yang gibah, dodol..kita lagi cerita.. " jawab laras. " Dodol .., eh laras yang katanya cantik sam aja kali, di mana bedanya.. ? " koreksi Desi, tak mau kalah. " Terserah kamu deh Des.. asal bahagia hidup mu.. " pasrah laras. Sedangkan camelia hanya tersenyum geli melihat kelakuan dua temannya itu. Makan siang mereka di habiskan dengan bercanda, dan bergosip tentang apa saja. siapa lagi yang paling semangat bercerita kalau bukan Desi, teman camelia yang satu itu tak puas kalau belum bergosip. " Yuk... Balik , dah mau abis nih waktu makan siang.. " ajak laras. " Yuk ah ..Dah kenyang nih, .. !" Desi juga bangkit.. sepanjang dari kantin, menuju ruangan mereka di lantai empat mereka bertiga gak ada habisnya yang di bahas, siapa lagi kalau bukan Desi dan Laras. sementara camelia hanya sekedar menimpali atau ikut tertawa untuk hal yang dia kurang paham. Brukk.. Camelia terjatuh karena tak sengaja menabrak seseorang, .. " kamu gak apa - apa... ? " tanya sebuah suara yang tak tahu siapa pemiliknya, sambil mengulurkan tangan. " Saya gak apa - apa ? " jawab camelia sambil menerima uluran tangan orang yang di tabrak.. " Ya ampun lia.. kamu gak apa - apa ..? , makanya kalo jalan kamu tuh hati - hati. Panik Desi yang melihat camelia jatuh. " Aku gak apa - apa, ko Des gak usah rame gitu..malu " jawab camelia sambil melihat sekeliling, mereka jadi pusat perhatian. " Saya minta maaf pak, saya kurang hati - hati tadi..! Dan saya mohon maaf, saya permisi pak..! " ucap camelia buru - buru pamit menarik tangan Desi, sebelum Desi temannya itu tambah rame mulutnya. Orang yang tadi ditabrak camelia juga langsung pergi, setelah camelia dan teman - temannya pergi,. Tapi tak ada yang melihat dia tersenyum tipis.. " Manis... " bisiknya hanya dia ucapkan lirih.. ## by cha88.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD