Tak terasa sekarang sudah sore yang artinya waktu bekerja sudah selasa. Sudah waktunya mereka pulang, dan hanya beberapa orang saja yang lembur.
" Lia ayo pulang, .." ajak Desi, sambil dia membereskan barang yang berserakan di meja.
" Duluan deh aku belom beres, masih ada yang harus aku kerjain.. " jawab lia.,berusaha untuk fokus pada komputer di depannya.
'' Ok deh aku duluan ya.. ! ayo Ras,mau balik gak kamu.. ? tanya Desi pada Laras..
" Ya baliklah masa aku nginep di sini, saut laras .. " yang Juga sedang membereskan pekerjaannya supaya besok ia tidak pusing.
" Kita duluan ya lia, awas jangan lama - lama, nanti ada yang nemenin lho... " canda Laras.
" Ih kamu Ras jangan nakut - nakutin donk .. ah, kan jadi gimana gitu.. " jawab lia sambil lirik kanan kiri agak takut.
" Ha..ha..ha..Bercanda kali lia, masa gitu aja takut sih, yuk ah kami pulang ya lia.. " pamit mereka sambil tertawa.
Sebenarnya camelia juga hanya bercanda, dia tidak takut sama sekali hanya ikut - ikutan saja.
Setelah teman - temannya pulang lia tidak mengerjakan apa - apa hanya cuman melamun sambil menatap layar komputer yang menyala.Jujur saja dia malas pulang, karna kalau dia pulang pasti akan bertemu dengan kakaknya. Dia belum siap saja masih bingung harus bersikap, karena bagaimana pun kakaknya lah penyebab kandasnya hubungan ia dengan Rama.
" Husf .. " entah ke berapa kalinya dia menghela nafas, dia melirik jam yang ada di dinding sudah terlalu sore, bundanya akan khawatir kalau dia pulang terlalu sore.
" Ayo pulang lia.. bunda pasti akan khawatir. " gumam lia.
Akhirnya dia memutuskan untuk pulang, " Hadapi saja apa yang akan terjadi.." pikir lia. Membereskan meja lalu membawa tasnya untuk pulang. Melangkahkan kakinya dengan tidak semangat sama sekali, menuju lif yang akan membawanya ke lantai bawah.
Berdiri di depan kantor untuk menunggu taxi online yang sudah dia pesan melalui aplikasi. Setelah mobil sampai ia langsung masuk setelah mengecek apakah benar ,mobil yang dia pesan. Di jalan pun lia banyak melamun, hingga tidak sadar mobil yang dia tumpangi sudah sampai di depan rumah kedua orang tuanya.
" Mbak.. Mbak.. kita sudah sampai.." suara dari sang driver mengagetkan lia.
" Oh iya pak.. Terima kasih.. " lia keluar setelah membayar ongkos taxi online yang dia pesan.
" Assalamualaikum.. " salam lia sambil masuk rumah,
" Waalaikumsalam.. " sahut beberapa orang yang ada di dalam rumah.
" Lia sayang pulangnya kok sore banget.. " sambut sang bunda sambil berdiri menghampiri lia.
" Lagi banyak kerjaan bun.. " jawab lia sambil mengambil tangan sang ibu untuk di kecup.
" Itu dari tadi Rama sudah nungguin kamu dari tadi.. " tambah sang bunda.
Seketika pandangan lia mengarah pada dua orang yang sedang berdiri di belakang sang bunda yang tadi tak terlihat oleh lia.
Awalnya lia terkejut tapi lama - lama dia menampilkan raut wajah datar saat melihat mereka.
" Oh dia kesini bukan mau ketemu lia bunda, tapi ketemu kakak siska. Ya kan Ram.. " ucap lia dingin.
" Kamu ini masa ketemu kakak, ya ketemu kamu lah kamu kan pacarnya.. " sang bunda geleng - geleng kepala mendengar jawaban sang putri bungsu.
" Udah ah bunda lia keatas dulu ya... " pamit lia langsung berlalu.
" Eh lia Ramanya gimana ini, .."
Lia yang baru setengah tangga pun berbalik lalu dan berkata..
" Rama pacarnya kakak siska bunda,.. Ya kan Ram..kak.." jawab acuh lia
Deg
perkataan lia menusuk hati rama dan siska, " Nih anak kenapa sih, bunda bingung...." sahut sang bunda bingung, sambil menatap ke arah siska dan rama.
" Kalian lagi berantem ya... ? " tanya sang bunda pada siska lalu menatap rama, seakan meminta jawaban lewat tatapan mata.
" Iya tante ada sedikit ke kesalahpahaman antara kami.." jawab rama, agak gugup.
" Oh gitu, mungkin lia lagi butuh waktu dulu. Sabar aja ya rama, .. " kata Hana bundanya lia.
" Iya tante.. " hanya itu yang bisa di ucapkan rama.
" kalau begitu saya pamit pulang dulu tante, siska.. " pamit Rama pada ibu dan anak itu. setelah itu Rama keluar dari rumah itu menuju mobil yang ia parkir di pinggir jalan.
" Bun.., siska keluar bentara ya.. " ucap siska buru - buru. sang ibu hanya menatap tanpa bicara.
Setelah sampai di luar siska langsung memanggil rama, sehingga rama yang berniat masuk kedalam mobil urung di lakukan, setelah mendengar namanya di panggil.
Rama menoleh dan tersenyum melihat melihat siska yang berlari mengejar dia sampai ke mobil.
Siska yang baru sampai mengatur nafas yang ngos - ngosan sebab berlari mengejar Rama.
" Lho kamu kenapa lari - lari,.. Hemm ? " tanya Rama sambil tersenyum siska yang melihat itu bersemu.
" Aku takut kalau lia tidak akan memaafkan kita.. ! " ucap siska.
Huff..
Rama menghembuskan nafas kasar mengingat itu,
" Kita akan coba menjelaskan pada lia, bahwa rasa yang aku miliki bukan miliknya lagi melainkan milik kamu sekarang .. Sayang ".
siska bersemu ketika mendengar Rama memanggil dia sayang lagi.
siska mengangguk setuju, Rama yang tidak tahan pun akhirnya memeluk siska erat. Seakan dia tidak pernah merasa menyakiti hati siapa pun.
Mereka tertawa bersama.
Tanpa mereka sadari ada yang melihat mereka berpelukan dan bercanda. camelia melihat mereka dari balik tirai yang menutup jendela kamar nya.Tak dia peduli kan air mata yang mulai menetes melewati pipi putihnya itu.
Hatinya sakit melihat orang - orang yang dia sayang menusuknya dari belakang, ia tertawa getir melihat semua itu.Tanpa sadar ia mengepalkan tangan menyalurkan kemarahan melihat pemandangan yang sangat menyayat hatinya.
" Baiklah... jika ini yang kalian inginkan akan aku wujudkan.. " ucap lia dengan lirih.