Reynold tidak mendengar suara tembakan karena dia tertidur setelah tangan nya di obati Hanen, sedangkan Yogi terlalu fokus dengan pekerjaannya sehingga mereka tidak tau ada penyerangan di rumah nya
"semuanya masuk ke ruang tengah" suara
besar Jesi memerintahkan semua Art untuk meninggalkan dapur dan menarik tangan Hanen yang sedang ketakutan
Jesi menelfon Yogi dan Yogi pun memeriksa CCTV dia melihat 6 orang sedang menembaki dapur, karena hanya dapur tidak dipasang kaca anti peluru.
Yogi mengarahkan penembak jitu dari atap rumah Reynold dan menembaki orang-orang tidak dikenal sampai semua tewas, Yogi memeriksa semuanya dan mayat orang-orang itu dimasukkan kedalam ruangan gelap.
"Hanen,kamu tidak apa-apa kan" Jesi memegangi tangan Hanen yang sangat dingin,dan terdiam membisu.
"aaaaaaaaaaaaaa" teriak hanen,dia kembali trauma saat dia tertembak demi Reynold.
Jesi membawa Hanen kekamar Hanen,supaya dia bisa istirahat dan menenangkan dirinya " tenanglah, tidak akan ada apa apa,percaya sama Yogi dan Reynold Hanen.
Yogi memeriksa alat yang dibawa anak buah Wenzar,dan dia baru sekali ini menemukan alat kecil sebesar kelereng "alat apa ini kenapa aku baru tau hal seperti ini".
sementara di kediaman Wenzar dia sudah bisa melihat semua keamanan dirumah Reynold dengan alat penyadap yang dipegang Yogi "ternyata begitu gampang nya masuk kedalam rumah Reynold Anggara,dan aku akan cepat menyerangnya" Wenzar melihat layar lebar di depan matanya.
Hanen pun mencari Yogi ingin bertanya apa yang terjadi,dia masuk ke ruangan Yogi yang terbuka,dan Hanen melihat benda yang ditangan Yogi.
"shuuttt" Hanen meletakan tangan nya di mulut untuk menyuruh Yogi diam karena dia tau alat apa yang sedang dipegang Yogi.
sementara Wenzar sedang mengamati semua sudut rumah Reynold untuk melihat lihat isi rumah Reynold.
Hanen memperhatikan ruang Yogi tanpa berbicara,setelah merasa aman dia meminta alat yang di pegang oleh Yogi dan memasukannya ke dalam bathtub supaya alat itu mati sejenak.
"Tuan ini semacam alat penyadap yang terbaru dan sekarang orang yang mengirim ini kesini sedang mencoba meretas keamanan rumah ini,hanya 10 menit saja waktumu untuk merusak alat ini,karena ini hanya 1 pasang dan yang 1 nya lagi berupa serangga yang bisa berterbangan kemana saja dan sudah diatur oleh pengirim nya" Hanen menjelaskan semua pada Yogi.
Yogi baru tau alat itu dengan cepat nya dia memeriksa komputer nya dan benar 20% datanya sedang diunduh ke server lain "ada peretas yang sangat pintar dari pada aku Hanen data ku hampir hilang dan bisa membuat kehancuran total bagi kami"
"cepat amankan data datanya dan aku akan mengurus alat ini dulu" Hanen mengambil laptop dikamar nya dan dia juga sudah sibuk di depan pintu kamar mandi untuk merusak sinyal alat penyadap itu sehingga waktu ya bisa tertunda 20 menit.
Yogi bekerja dengan sangat cepat, tangannya mengotak-atik komputer dan memindahkan semua datanya ke komputer lain "Hanen,aku. baru sekali ini merasa gugup,karena dataku sudah ada 20% ditangan Wenzar"
Hanen kasihan melihat Yogi yang cemas,setelah dia merusak sinyal penyadap itu,Hanen membantu Yogi dengan mengacak lokasi server yang mengambil data itu,"Tuan kunci server mu dulu agar data pengunduhan ini bisa berhenti"
Yogi pun mendengar Hanen,dia mengunci semua server-nya "sudah Hanen,aku sudah mengunci semuanya"
Hanen pun meretas balik server yang mengambil semua data Yogi dan sekarang semua data Wenzar sudah ada di laptop Hanen tanpa diketahuinya.
"Hanen kau belajar darimana semua ini,kau sangat ahli Hanen" Yogi sangat salut melihat kemampuan luar biasa Hanen dan dia merasa berkecil hati kenapa masih ada yang bisa menyaingi ilmu nya
serangga kecil itu terinjak oleh Jesi dan dia memukuli serangga itu karena Reynold akan mengamuk jika ada binatang sekecil apapun di dalam rumah,serangga itu sangat keras dan dia melihat ada lampu merah di badan serangga itu.
"Yogi ada semacam robot kecil yang terpijak oleh ku tadi," Jesi akan masuk keruangan Yogi tapi Hanen langsung berlari dan mengambilnya dari tangan Jesi.
"ini alat penyadap dan semacam CCTV,kita harus merusak ini dulu,dan jangan bawa masuk kedalam" Hanen menjelaskan semua pada Jesi,dan Jesi pun mengerti.
"apa yang bisa aku lakukan Hanen" tanya Jesi dan Hanen meminta untuk mendidih kan air dan merendam serangga itu supaya rusak dan kemudian dibakar.
Yogi masih berusaha secepat mungkin supaya semua pin rumah diganti selagi alat itu mati dan tidak lama pin bisa diganti.
"Hanen aku sudah menukar semuanya,apa ini sudah aman sekarang" tanya Yogi pada Hanen yang baru masuk ke ruangannya.
Hanen mengotak-atik lagi laptopnya dan semua sudah aman data yang tersalin tadi sudah masuk sebagai virus ke server Wenzar dan benar semua komputer Wenzar rusak total tidak bisa hidup.
"lihatlah tuan semua data Wenzar sudah ada disini dan kau boleh mengambilnya" Hanen menyerahkan laptop itu kepada Yogi
"terimakasih Hanen,aku akan membuka data ini dulu,aku takut ini hanya semacam virus" Hanen mengangguk dan kembali ke bathtub untuk mengambil alat penyadap yang satunya lagi dan membawanya keluar ketempat Jesi sedang membakar alat yang satu lagi.
"kita hancurkan semuanya Nyonya,ini bisa membahayakan kita semua" Hanen menjelaskan kepada Jesi dan Jesi pun membakar alat yg satunya lagi
Reynold terbangun dan hendak makan karena dia sangat lapar, "kenapa kalian berkumpul semua disini" Reynold heran melihat semua Art nya berkumpul diruang tengah dengan ketakutan
"tadi ada yang menembaki dapur tuan jadi kami berlindung di sini sesuai perintah Nyonya Jesi" art Reynold menerangkan semua yang terjadi dan Reynold menuju ruangan Yogi.
"aku hampir kecolongan untung Hanen sangat pintar dia bahkan bisa meretas semua data Wenzar dan mematikan alat sadap yang di kirim Wenzar" Yogi menerangkan pada Reynold yang sudah duduk di sampingnya.
"Hanen bisa meretas,unik sekali Dokter muda itu" Reynold terkejut mendengar Yogi dan melihat semua data yang Hanen dapatkan.
"semua data ini aman dan memang sangat kita butuhkan,semua rahasia Wenzar sudah ada di tangan kita" Yogi sudah menelitinya dan memastikan kalau datanya aman.
"pergilah ke Amerika 1 bulan dan belajarlah disana Yogi, sepertinya ilmu komputer mu sudah menurun" Reynold menepuk pundak Yogi dan dia keluar ingin mencari Hanen.
saat semua alat penyadap sudah musnah Hanen masuk kedalam rumah dan Reynold ada didepannya "kau darimana Hanen Anggara,jangan berkeliaran keluar rumah, nanti ada penyerangan lagi kau bisa terluka,apa tadi kau terluka saat ada yang menembaki dapur"
Hanen berlalu meninggalkan Reynold dan diam saja,dia masuk kedalam kamar nya dan menguncinya.
Reynold memanggil Jesi untuk menyiapkan makanan dan Jesi segera menyiapkan makanan untuk Reynold dan Yogi.
"Yogi keluar dulu dan makanlah" Reynold memanggil Yogi dan mereka sekarang sudah dimeja makan.
"tadi Hanen sedang makan tuan,tapi belum sempat nasi masuk ke mulut nya dapur sudah diserang" Jesi tertawa mengingatnya saat Hanen melempar sendok dan bersembunyi di bawah meja karena ketakutan
"hahahahaahhahahah, Hanen melakukan itu Jesi" Yogi tak percaya jika Hanen bisa selucu itu.
Reynold pun ikut tertawa membayangkan muka lucu Hanen "dia masih sama dengan Hanen kecilku,selalu bersembunyi dibawah meja saat ketakutan"
Jesi dan Yogi heran melihat tawa Reynold, karena dia sama sekali tidak pernah tertawa.
"panggil dia untuk makan kesini,kalau dia tidak mau katakan ada kunang kunang di dalam kamar itu"
Jesi masuk dan melakukan yang dikatakan Reynold, Hanen berlari keluar dan bersembunyi dibawah meja makan Reynold "Tuan,tolong usir kunang kunang di kamar ku aku takut" Hanen menarik narik celana Yogi.
ruangan itu penuh dengan tawa Yogi dan Reynold melihat Hanen bersembunyi dibawah meja.
"kunang kunang itu hanya aku yang bisa mengusir nya Hanen, Yogi tidak bisa mengusir nya" Reynold duduk dibawah dan melihat Hanen yang imut karena ketakutan kunang kunang
"Rey, cepat usir dulu aku takut nanti dia mengikat kaki ku, cepat Rey" Hanen memasang wajah memohon nya pada Reynold,dan pria itu tersenyum dengan wajah sangat tampan nya membuat Hanen tersipu malu
"aku makan dulu Hanen aku tidak tau kunang kunang seperti apa yang membuat mu ketakutan" Yogi pun akhirnya makan duluan.
"makan dulu Hanen,aku akan menangkap kunang-kunang nya nanti,ayo sini" tangan Reynold terjulur ke tangan Hanen.
"kau janji kan Rey" Hanen memastikan dulu pada Reynold,dan Reynold pun mengangguk pada Hanen. Hanen keluarga dari bawah meja dan duduk di kursi
Jesi mengambilkan makanan untuk Hanen,dan Hanen pun tersenyum mengambil piring makanannya "terima kasih nyonya, makanlah bersama kami di meja makan ini"
Jesi menolak nya dan dia permisi ke dapur untuk bergabung dengan art Reynold untuk merapikan kekacauan di dapur tadi
Hanen makan dengan lahapnya karena memang dia tadi sangat lapar belum makan sama sekali sejak masuk ke rumah Reynold
"selain dokter,kau juga seorang peretas ulung,bahkan Yogi salut padamu Hanen,apa kau seorang mata mata?" Reynold memuji Hanen dengan tulus
"uhuk uhuk" Hanen tersedak karena ucapan Reynold,dengan cepat Yogi memberi minuman kepada Hanen dan Reynold menepuk punggung Hanen dengan pelan.
"aku seorang dokter,jangan katakan aku peretas nanti aku akan dipecat karena berbahaya bagi data data yang ada di rumah sakit, yang tadi itu hanya kebetulan jangan sebut sebut lagi,itu bisa membahayakan nyawa ku juga" Hanen marah kepada Reynold,dan Reynold pun merasa bersalah.
"tidak ada yang tau Hanen,hanya kita bertiga jadi kau tidak usah marah seperti itu kepada kami" Yogi tertawa pada Hanen
"bukan seperti itu tuan,aku takut nyawa ku dalam bahaya kalau musuh kalian tau aku yang mengirim virus ke komputer mereka" Hanen jadi takut membayangkan dia akan dikejar oleh musuhnya Reynold
"wah sepertinya kau lepas dari mulut buaya dan masuk kedalam mulut singa" Reynold tertawa dengan sangat senangnya
"aku belum lepas dari buaya Reynold,aku masih di dalam kandang buaya" Hanen melanjutkan makannya
"kau mau mengatakan aku seekor buaya" Reynold menatap Hanen
"tidak aku salah,kau adalah macan tutul" Hanen tertawa bisa membalas Reynold
Reynold sangat senang bisa melihat tawa Hanen lagi, terakhir kalinya Hanen tertawa seperti itu saat dia masih kecil dulu
"wahh baru sekali ini ada yang berani' menghina bos ma.…." ucapan Yogi terhenti saat Reynold menginjak kaki Reynold dengan kuat
"bos ma,,,,apa yang kau maksud tuan Yogi" Hanen melihat wajah merah Yogi menahan sakit di kaki nya
"dia bos makan" Yogi tersenyum pada Hanen
"betul tuan Yogi,dia itu seperti orang kelaparan jika memukul musuhnya,aku saja sangat benci kepada nya jika mengingat itu semua" Hanen bergidik ngeri membayangkan tamparan Reynold
"maaf Hanen" Reynold sangat menyesal sekali jika mengingat kelakuan nya
"jangan mau Hanen, biarkan dia mati menderita" suara hati Yogi berdemo mendengar Reynold minta maaf
"kau sangat jahat aku tidak mau memaafkan mu" Hanen menyudahi makan nya dan meninggalkan meja makan menuju dapur
"aku akan terus meminta maaf dari mu,aku sangat menyesal Hanen" Reynold berdiri dan mengatakan isi hatinya
Hanen mengangkat tangannya di udara sebagai aba aba untuk menyuruh Reynold berhenti mengganggu nya
"bagus Hanen, jangan mau maafkan si gila ini" Yogi tertawa senang saat Hanen menolak Reynold
"apa kau senang karena aku sedang menyesali perbuatan jahat ku kepadanya" Reynold duduk lagi dan melanjutkan makannya
"setidaknya wanita itu lah yang telah kau pukul dengan tangan mu itu,kau lihat wajahnya penuh dengan luka dan memar,jika aku menjadi orang tua Hanen aku akan mengambil pistol dan menembaki tangan mu dengan pistol" Yogi mengucapkan isi hatinya karena kekerasan Reynold pada Hanen
"apa itu isi hati mu Yogi,kau ingin menembak ku" Reynold meminta penjelasan kepada Yogi
"waaaaaaaaw kau pikir aku sudah mau mati,aku tidak berani kepada mu tuan mafia,aku hanya berani mengucapakan nya jika aku seolah-olah berperan menjadi orang lain" Yogi meminum air yang ada di dalam gelas
"terserah kau saja, bagiamana semua pekerjaan mu sudah beres" Reynold mengalihkan pembicaraan mereka
"sedikit lagi untuk menyempurnakan semuanya,aku harap ini yang terakhir mengganti semua pin rumah ini" Yogi sangat kesal jika sudah mengurus pin pintu rumah Reynold karena dia sendiri yang menciptakan teknik rumit untuk membuat pin rumah Reynold
"Wenzar sudah berani menyerang secara langsung ke rumah ku" Reynold menggenggam erat gelas yang ada ditangannya
"dia seperti nya belum mengenal baik diri mu" Yogi sudah tau jika Wenzar mafia yang melakukan tindak kejahatan
"apa aku perlu berkenalan dengan cara ku, agar dia tidak melupakan nya bahkan jika dia akan mati" Reynold kembali sakit hati jika mengingat ibu dan adiknya
"aku setuju, kau bertangan dingin aku tau jika semua musuh mu akan mati dengan cara yang sangat mengenaskan" Yogi saksi mata dari tindakan jahat Reynold jika menyangkut masalah musuh dan penghianat