Winnie pembawa suka cita

2618 Words
Hanen tak percaya Winnie sudah sangat lengket pada Reynold "itu hanya kebetulan, letakkan dia di ranjang ini dan keluar lah" Hanen masih marah pada Reynold "kalau dia menangis lagi bagaimana,apa kau bisa mendiamkan nya,aku tak tega mendengarkan nya" Reynold masih menggendong Winnie "maka nya jangan terlalu sering menggendong nya,kau membuat nya manja" Hanen heran dengan Winnie yang sudah bisa mengenal Reynold "bagus putri kecilku,kau bisa mendekatkan aku dengan Hanen" kata Reynold dalam hatinya Reynold meletakkan Winnie di ranjang dan tidur disampingnya, "aku tidur diluar, kau yang disini" Hanen mengambil bantal dan hendak membuka pintu "owek owek" Winnie menangis lagi dengan sangat keras, sedangkan Reynold tersenyum senang "ada apa ini, mommy mu hanya tidur di luar, jangan menangis terus sayang" Reynold mendiamkan Winnie, dan Hanen duduk disampingnya, Winnie kembali diam "Winnie, kamu sudah pintar ya,usil seperti om Reynold" Hanen merasa ada kemiripan dengan sikap mereka berdua "kau tidak ada hubungannya dengan ibu Winnie kan Rey, karena banyaknya wanita yang kau tiduri" Hanen menatap mata Reynold yang marah "Hanen, Winnie terlalu cepat jika ku beri adik sekarang, apa perlu 2 bulan lagi aku masukkan benih didalam rahim mu" Reynold menatap Hanen dengan wajah bringas nya "dengan kekasihmu tadi apakah tidak berhasil,jangan jangan kau mandul Rey" Hanen membelalakkan matanya saat Reynold sudah di depan matanya dan melihat Bibirnya "jika kau bicara lagi, aku ajari kau dengan bibir ku ini" Reynold tersenyum menang dan Hanen hanya diam membisu Hanen pun tidur disamping Winnie tanpa mengatakan apapun, Winnie tidur ditengah tengah, Reynold hanya ingin keluar sebentar tapi Winnie terbangun dan Reynold melihat mata indah Winnie menatap nya "hahahaha, kau sudah nakal ya,baiklah sayang, daddy akan disini bersama mu,kau lihat mommy mu sudah tidur dengan nyenyak nya,tadi Daddy hampir menghukum nya dengan bibir Daddy, supaya dia tidak bicara sembarangan lagi" Reynold membelai rambut Hanen "dasar pria bodoh" Hanen tersenyum tipis dan tertidur disamping Winnie, Reynold membuka bajunya dan meletakkan nya di badan Winnie agar dia bisa keluar sebentar "Yogi, rumah mu sungguh mewah sekali" Reynold keluar dari kamar dan Yogi sedang mengurus bimbim (anjing kesayangan nya) "Hanen sudah kau tempur juga" Yogi terkejut melihat Reynold yang hanya memakai boxer keluar dari kamar "hampir kalau tadi dia tidak menutup mulutnya" Reynold memainkan Bimbim dan Yogi mengambil Wine buat mereka berdua "Jessie, Yogi maaf aku tadi tidak berbuat apa apa, Jessi besok kita pulang bersama Winnie dan Hanen,dan Yogi kau tetap lah bekerja" Reynold meminum wine nya "tidak Rey,aku terluka saat Tania menghina ku,aku akan disini saja bersama Yogi,karena kami akan berhenti bekerja dengan mu" Jessi sudah terluka sekali "dia sudah ku usir, tidak akan pernah ke rumah ku lagi" Reynold membawa Jessi duduk disampingnya "kau yakin" Yogi tak percaya "saat kalian pergi dari rumahku,aku bertanya padanya, apakah dia mau merawat Winnie jika Hanen sibuk,dia tidak mau dan menghina Winnie,aku memaklumi nya karena dia memang Wanita bebas tanpa ikatan,kemudian aku bertanya apakah dia mau mengandung anak ku dia menolak nya karena tidak mau badannya rusak,dia hanya mau uangku,untuk apa aku melanjutkan nya" Reynold masih sakit hati sekali dengan Tania "wanita itu hanya memerlukan uang bukan kau, Hanen wanita yang sangat baik,dan beruntunglah kau,jika dia menjadi istri dan ibu dari anak kalian" Yogi senang akhir nya Tania tidak akan kerumah Reynold lagi "kalau begitu aku akan pulang bersama Winnie dan Hanen,jangan lepaskan Hanen,dia sangat baik dan lembut" Jessi juga senang Tania sudah tidak dengan Reynold lagi. "akan ku coba,karna Hanen sangat jijik melihatku,Hanen menyudahi hubungan ku dengan Tania yang hanya ada desahan di dalamnya, tapi tidak ada cinta" Reynold tersenyum saat Hanen berani menampar nya tadi Reynold berdiri meninggalkan Yogi dan Jessie masuk kedalam kamar dan merebahkan badannya disamping Winnie, Hanen berlari ke tempatnya setelah mendengar pembicaraan Reynold, Yogi dan Jessi selesai 2 jam berlalu, Hanen terjaga untuk membuatkan Winnie s**u,dia terkejut melihat Reynold seranjang dengan nya "kenapa Reynold disini,dan Winnie sangat nyenyak tidur di pelukan papi nya" Hanen berdiri dan mengambil air hangat dan s**u dari dalam tas Winnie Reynold sebenarnya tidak tidur,karena takut menghimpit Winnie dan dia menutup matanya saat Hanen terbangun "ini sayang,bangun dulu ya" Hanen menggendong Winnie dan memberikan nya susu Reynold sengaja melentangkan kedua tangannya dan badannya mendekati Hanen dengan dengkuran halusnya yang dibuatnya supaya kelihatan sedang tidur "kalau tadi Winnie tidak ku ambil,kau sudah menghimpitnya" Hanen meluruskan kakinya sambil memberikan Winnie minum Hanen tak sengaja memperhatikan wajah Reynold,bekas tamparan nya masih meninggalkan sedikit kemerahan dan Hanen tak sadar mengelusnya "apa kau sudah berubah sekarang, kenapa kau tak mengamuk saat aku menampar mu,saat pertama aku mengarah kan pistol ke mata mu, tamparan keras melayang ke pipiku" Hanen masih ingat sekali itu Reynold yang mendengar nya,kembali menyesal,dan dia tak sadar mendekatkan wajahnya ke paha Hanen dan tangan nya memeluk kaki Hanen seperti bantal guling "maafkan aku Hanen,rasa itu terus menerus membayangi pikiran mu,aku merasa tenang saat aku kehilangan Tania,tapi aku frustasi berat saat kau dan Winnie keluar dari rumah ku" kata Reynold dalam hatinya Hanen membiarkan Reynold karena Winnie sedang ada dipangkuan nya dan dia menatap wajah Reynold "kau sangat tampan jika tertidur seperti ini,kau menjijikan saat bangun nanti" Hanen tersenyum melihat Reynold dan Winnie yang sudah datang ke dalam hidupnya Reynold kembali lagi ke tempatnya karena Winnie sudah tidur dan Hanen pun meletakkan nya,dia melihat badan kekar Reynold akan menghimpit Winnie "Winnie sayang,mommy akan tidur di tengah ya supaya Winnie tidak terhimpit Daddy" Hanen meletakan 2 bantal guling diantara dia dan Reynold dan tidur ditengah sedangkan Winnie disampingnya,Reynold yang membelakangi Hanen tersenyum dan membalikkan badannya lagi "lebih baik aku tinggal disini saja, supaya bisa tidur seperti ini dengan Hanen" kata Reynold dalam hatinya "kenapa kau gelisah sekali Rey" Hanen duduk lagi dan mengusap rambut tebal Reynold agar tenang. Reynold pun mulai mengantuk dan Hanen kembali berbaring menghadap Reynold masih mengusap rambut Reynold "Rey,kau tau sekarang aku punya teman pria,aku sayang padanya tapi aku tak mencintai nya, setelah dia pulang dari desa yang terjangkit DBD kami akan menikah" Hanen bercerita karena dia tau Reynold sedang tertidur nyenyak saat ini Reynold kesal mendengar cerita Hanen, rasanya dia ingin marah "Kalau dia tidak bisa menerima Winnie aku tidak akan menikahi nya, Winnie sekarang anak kita berdua,dan bayi mungil ini sangat dekat dengan kau,aku tidak tau kenapa aku bisa sangat marah kau meniduri wanita lain dirumah mu sendiri, seolah-olah kau suami yang sedang selingkuh" Hanen tidak sadar mengucapkan nya "berarti kau cemburu pada ku, Hanen kita akan menjadi keluarga yang utuh,dan aku siap menyiram rahim mu setiap hari jika kita menikah" Reynold sangat senang sekali "semoga kau bisa mendapatkan jodoh yang terbaik" Hanen mencium pipi, kening dan bibir Reynold dan membalikan badannya menghadap Winnie Reynold rasanya ingin bangun dan melahap bibir Hanen,dia membuang bantal guling pembatas dan memeluk badan Hanen Hanen mengelus lembut tangan kekar yang ada diperutnya dan tertidur "aku cinta kau Hanen" Reynold mencium badan Hanen yang sudah tidur dan Reynold semakin erat memeluknya Di Pagi Hari nya saat Hanen terbangun dari tidur nya di pagi hari, Winnie dan Reynold sudah tidak ada di samping nya, Hanen membasuh wajahnya sebelum keluar dari kamar "Jessi, lihatlah anak ini pembawa berkat untuk ku,dia membawa damai dan cinta dalam hatiku, aku sangat bahagia sekali" Reynold menghampiri Jessi yang sedang membuatkan sarapan untuk mereka "dia sangat cantik,aku senang Rey dia hadir didalam rumah mu,rumah mu akan penuh tawa dan tangisnya" Jessi memegang tangan mungil Winnie "hai Winnie" Yogi baru selesai berlari pagi bersama bimbim "om Yogi,mana Hadiah untuk ku, apa kau tidak punya uang untuk membeli hadiah" Reynold berbicara dengan suara anak kecil "nanti siang om akan berikan pada mu bayi mungil" Yogi hendak memegang tangan Winnie tapi Reynold menjauhkan nya "nanti kau akan diceramahi Hanen, bersihkan badan mu yang keringatan itu dulu, tubuh Winnie masih lemah" Reynold tau jika Hanen akan sangat marah jika memegang Winnie dengan badan berpeluh dan tidak mencuci tangan terlebih dahulu "baiklah, perintah mu akan ku laksanakan" Yogi membawa Bimbim ke kandangnya dan menuju kamarnya untuk mandi "selamat pagi Mommi,apa tidur mu nyenyak" Reynold mendekatkan Winnie pada Hanen "sayang" Hanen mencium pipi Winnie dan Reynold juga memajukan pipinya Hanen berlalu begitu saja untuk membantu Jessi menyiapkan sarapan "makan lah Hanen, makanan nya sudah terhidang" Jessi memberikan segelas s**u pada Hanen "kenapa tidak membangunkan ku Nyonya kan tadi aku bisa bantu" Hanen sangat malu sekali bangun langsung makan di tanpa membantu nya Jessie menggendong Winnie dan membawanya berjemur "kau masih marah pada ku" Reynold bertanya pada Hanen yang sibuk menyisihkan daun bawang di piringnya "tidak" Hanen menjawab singkat padat dan jelas Reynold mengambil piring Hanen dan memberikan makanan yang tidak ada daun bawang "kau masih sama Hanen saat kecil dulu,tidak suka daun bawang" Reynold tersenyum Hanen melihat hp nya yang bergetar dan dia membuka nya, Hanen terkejut dan menjatuhkan sendok yang dipegang nya "laki laki hanya bisa mengandalkan nafsunya,di saat jauh mencari pelampiasan,untung aku tak pernah mau kau sentuh" Hanen bicara sendiri dengan kesalnya Reynold melihat hp Hanen yang diletakan di dekat tangannya dan Hanen melanjutkan makannya dengan perasaan marahnya "ini Jimmi sedang mencium perawat nya" Reynold melihat jelas photo yang ada di hp Hanen "iya dia sama brengseknya dengan kau,wanita hanya jadi pelampiasan nafsu b***t kalian" Hanen menumpahkan kekesalan nya pada Reynold "laki laki tidak akan mungkin setia jika wanita tidak mau di tiduri" Reynold menjawab sesuai pemikiran nya "jadi kau tega jika Winnie diperlakukan seperti ucapan mu barusan" Hanen mendorong piringnya dan melipat tangannya di atas meja "akan ku habisi pria yang berani menyentuh nya" Reynold menjawab tegas "kalau ingin putrimu dijauhkan dari pria b*****t seperti kau, harusnya jaga harga diri dan sikap jangan hanya mengandalkan nafsu" Hanen berdiri dan masuk ke kamar untuk mandi "tapi tadi malam aku bermimpi ada wanita cantik yang mencium bibirku, apakah kau tau siapa orang nya Hanen" Reynold tersenyum pada Hanen "itu bukan mimpi semalam kau memang berzinah dengan pacar mu" Hanen tidak tau maksud sindiran dari Reynold mengenai tadi malam dia mencium bibirnya "sudah lupakan, ngomong ngomong aku tidak terima perlakuan mu Hanen, Jimmi yang selingkuh tapi mengapa kau mengamuk kepada ku" Reynold mengunci pintu kamarnya "karena kalian sama,makanya aku lampiaskan kepada kau saja, kan tidak ada bedanya" Hanen menjawab dengan santainya sambil mengambil bajunya dari dalam tas "jadi aku pelampiasan amarah mu begitu" Reynold berdiri di depan Hanen "iya" Hanen mendorong Reynold tapi Reynold menarik tangannya dan mendorongnya ke tempat tidur dan mengunci badan Hanen "Rey, kamu jangan macam-macam awas" Hanen mendorong Reynold tapi sialnya Reynold semakin mendekati nya "jika kau meronta ronta lagi,lihat saja aku akan semakin menurunkan badan ku,dan kau tak akan ku lepaskan" Reynold menatap Hanen serius tapi Hanen melihat ke arah lain "aku harus bekerja,lepas" Hanen menatap balik mata Reynold "menikah dengan ku,aku tidak mau Winnie memiliki Daddy lain" Reynold tak mau melepaskan Hanen karena dia tau Hanen sayang padanya "tidak akan" Hanen menjawab ketus "menikah dengan ku" Reynold mendekatkan wajahnya dengan Hanen jantung Hanen berdegup kencang,melihat wajah yang diciumnya semalam "aku belum mau menikah Rey" Hanen tetap menolak karena dia masih cemburu dengan Tania "apa kau mencintaiku" Reynold hampir menyentuh bibir Hanen yang sangat kenyal setelah tadi malam dia merasakannya "tidak" pipi Hanen sangat merah,jika dia bergerak maka dia akan mendapatkan bibir Reynold di bibirnya "jangan berbohong" Reynold tak tahan lagi melihat bibir indah yang sangat menarik baginya "aku......" Reynold sudah mendaratkan bibirnya pada wanita yang mulai mencuri hati nya Hanen tidak menolak nya dan tidak juga menerimanya dia merasa bingung dengan sikapnya yang menolak tapi menginginkan Reynold "bibir mu sungguh manis sayang dan lembut sekali, apa aku orang pertama yang merasakannya" Reynold merasakan nikmat berbeda dengan bibir Tania, Hanen memiliki bibir yang sangat lembut dan manis "kau yang pertama" Hanen tertunduk malu mengakuinya, Reynold senang Hanen mau menerima nya walaupun belum ada ucapan dari Hanen dia mau atau tidak menjadi kekasih hati nya "aku mandi dulu Rey" Hanen bangun dan berdiri dengan wajah merah merona, perasaan nya campur aduk bak anak ABG yang sedang dilanda asmara Reynold menghalangi Hanen masuk ke dalam kamar mandi dan menarik leher Hanen lagi dan menciuminya lagi rasanya tidak pernah puas menikmati bibir perawan Hanen tidak menolak nya dia belum pandai membalas ciuman Reynold,dia hanya menikmati saja, permainan lembut Reynold membuat Hanen sangat melayang jauh Reynold mulai menciumi leher Hanen dan menghisapnya kuat sampai Hanen benar benar hampir menyerahkan tubuhnya "Rey,jangan nodai aku,nanti suami ku akan kecewa jika ku serahkan semua pada mu" Hanen mendorong tubuh Reynold tapi Reynold menahan nya "aku akan menikahi mu,dan semua tubuh ini akan menjadi milikku, tidak akan ada pria lain yang memiliki mu,hanya aku"Reynold mengelus pipi Hanen dengan lembutnya dan Hanen masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Reynold Reynold tersenyum bahagia,dia akan memiliki Hanen dan Winnie seutuhnya, kebahagian yang tidak ada tandingan nya saat ini Yogi yang sudah rapi keluar ingin bermain dengan Winnie "Jessi berikan bayi mungil itu pada ku"Yogi meminta nya pada Jessi dengan membentangkan kedua tangan nya "ini Yogi,hati hati badannya masih sangat lemah dan kecil" Jessy memberikan nya pada Yogi dan berlalu ke dapur "bayi mungil,kau mau apa dari aku om ganteng ini" Yogi berbicara dengan Winnie yang sedang bangun sambil mengeluarkan lidahnya "kau mencibir ku,aku memiliki uang kau tenang saja" Yogi tertawa gemas melihat Winnie Hanen yang baru selesai mandi masih mendapati Reynold sibuk dengan hp di dalam kamar "kau mandi lah,aku akan bekerja,apa aku bawa saja Winnie bersama ku,kau tidak akan bisa menjaga nya nanti" Hanen berbicara sambil memakai bedak nya di depan cermin "jangan sayang,ada Jessi karena aku juga nanti akan bekerja,jadi biarkan dia di rumah saja nanti dia akan kelelahan jika dibawa bawa begitu" Reynold mendekati Hanen dan mendekati pipinya "sudah Rey,aku mau bekerja, melayani kau tidak ada habisnya" Hanen menolak Reynold yang mau menciumi nya lagi "lihat saja jika kita menikah,kau akan meminta terus pada ku,kau hanya belum merasakan kenikmatan surga itu,jika kau merasakan nya kau akan menggeliat seperti belut" Reynold tersenyum dan masuk kedalam kamar mandi "memang otak mu saja yang hanya dipenuhi oleh nafsu" Hanen menggelengkan kepala dan menyelesaikan dandanannya Yogi duduk menikmati sarapan paginya sambil menggendong Winnie yang menatap nya seperti ingin bicara "kau hanya boleh minum s**u,tidak boleh makan ini" Yogi tersenyum senang sekali dia merasa ada mainan baru Hanen keluar dari kamarnya dan melihat Winnie sedang bangun dan dipangku Yogi "apa dia menyusahkan mu Yogi" Hanen mengambil Winnie dari Yogi agar Yogi bisa makan dengan tenang "dia anak yang sangat baik, lihat dia ingin makan" Yogi melanjutkan makannya dan Winnie melihatnya seperti penasaran dengan benda yang ditangan Yogi "anak bayi ini belum bisa jelas melihat Yogi dia hanya melihat semuanya samar dan setelah itu dia barulah melihat semuanya dengan jelas, tapi dia sudah bisa mendengar semua ucapan kita, jangan berteriak di dekat bayi itu bisa merusak tumbuh kembang nya" Hanen tidak akan pernah membiarkan Winnie terluka sedikitpun "waw, ternyata dia belum bisa melihat ku ya,x Yogi tersenyum melihat Winnie yang menggeliat risih seperti nya dia haus atau mengantuk saat ini Reynold yang baru selesai mandi keluar dari kamar dengan perasaan marah "kalian tetap disini Hanen, Jesi dan juga Winnie,lihat rumah ku sudah diserang dan penjaga di ikat semua,ini sudah kelewatan batas" Reynold menunjukkan hp nya pada Yogi agar melihat video yang di dapat dari CCTV nya "mandikan anak kita dulu" Reynold tak mau Hanen melihatnya itu bisa membuat dia takut masuk kedalam rumahnya "baiklah" Hanen patuh pada Reynold karena wajahnya sedang marah dia tidak berani menjawab apapun dan segera membawa Winnie masuk ke dalam kamar
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD