Tania Vs Hanen

2546 Words
setelah kepergian Gilang, Hanen dan Yogi pulang kerumah Reynold, Yogi tidak menceritakan tentang Tania karena Hanen membenci Reynold, jadi pasti tidak ada masalah baginya jika ada Tania di rumah Reynold "siapa nama nya Hanen" Yogi membuka pembicaraan agar tidak sepi selama perjalanan "panggil saja dia Winnie tuan,dia sangat pintar dan baik,dia menang melawan kematian dan kembali hidup" Hanen menciumi Winnie dengan sayang nya "beruntung sekali ya dia dirawat oleh dokter Hanen,dan jangan panggil aku Tuan Hanen panggil saja nama ku" Yogi merasa enggan saat Hanen memanggil tuan kepada nya dan Hanen tersenyum kecil "iya lidahku juga suka keseleo memanggil tuan" Hanen tertawa bersama Yogi sedangkan Winnie tertidur dengan pulas sesampainya dirumah,Yogi membawa perlengkapan Winnie kedalam rumah di ikuti Hanen,mereka sama sama melangkah untuk menuju kamar Reynold "aaahhhh aahhhhh" desahan manja Tania terdengar jelas oleh Hanen dan Yogi,dan mata Hanen membesar mendengarkan suara desahan Tania "apa ada Wanita di dalam kamarku dulu Yogi,apa dia bersama Reynold di dalam?" Hanen menutupi telinga Winnie agar telinga nya tidak kotor dengan suara yang menggelikan baginya, Hanen semakin jijik dengan kelakuan Reynold "itu sudah biasa Hanen,dulu hampir tiap malam dia membawa wanita kedalam kamar itu tapi tidak dengan kamar ini" Yogi membukakan pintu buat Hanen agar membawa Winnie masuk kedalam kamar "kenapa tidak? apa kamar ini tidak boleh dikotori dengan perbuatan bejatnya, tapi syukurlah setidaknya kamar ini suci bagi Winnie ku" Hanen tertawa menyindir dan meletakkan Winnie di baby box "hahaahha jangan terlalu membenci nya Hanen,kau bisa berjodoh dengan nya" Yogi tertawa melihat Hanen yang mengatakan iiiihh seperti jijik Hanen lupa tidak membawa baju ganti,dan dia ingin menjemput bajunya kerumahnya tapi Yogi melarang nya "di kamar samping banyak baju baru Hanen kau bisa memakai nya" Yogi menawarkan nya pada Hanen "lebih baik aku memesan secara online daripada menyentuh yang bukan milikku Yogi" Hanen sangat menolak nya dia tidak mau memakai baju wanita jalang Reynold "kau pesan saja nanti anak buah Reynold yang akan mengurus nya dan jangan memberikan alamat rumah ini pada siapa pun" Yogi harus menjaga ketat rumah Reynold selama keadaan masih genting "apakah mafia kejam takut diserang" Hanen masih takut membayangkan tamparan di pipinya Yogi tidak tau mau menjawab apa-apa dia keluar dari kamar Reynold dan kembali ke ruangan nya Reynold kelelahan dengan pertempuran hebatnya dengan Tania hingga dia lupa untuk menjemput Winnie "honey,kau masih perkasa dan semakin perkasa sekarang aku tidak sanggup mengimbanginya,kau memang hebat di ranjang" Tania menciumi d**a Reynold "sayang,tidurlah nanti malam aku tidak akan melepaskan mu sampai pagi,aku terlalu candu dengan ini semua" Reynold memang cinta pada Tania jadi dia akan terus menikmati nya hingga tidak ada yang berani mendekatinya "iya kau keluarlah honey" Tania menutupi badan mulusnya dengan selimut dan tertidur Reynold keluar dan ingin membersihkan dirinya ke kamarnya,saat dia membuka pintu dia melihat Winnie sudah di kamarnya dan Hanen sedang menyusun baju baju Winnie "kau sudah pulang gadis kecilku" Reynold senang tak terhingga dia seperti mendapati anak dan istrinya sedang menunggunya "jangan sentuh dia,badan kau sungguh kotor,kau tak boleh mendekatinya" Hanen menekankan dengan tegas "aku akan mandi kalau begitu,kalian tunggu lah aku sebentar" Reynold langsung masuk ke kamar mandinya dengan semangat Hanen masih sibuk dengan baju Winnie yang sangat banyak dibeli Reynold dan dia menyiapkan s**u Winnie karena sudah 2 jam lebih belum minum "hai sayang lihat bajumu banyak sekali dibelikan om Reynold,kamu pasti suka dengan ini semua dan terlihat sangat cantik" Hanen menggendong Winnie dan memberikan nya susu "apa bayi mungil ku sudah bangun, Winnie Daddy menunggumu untuk pulang sayang" Reynold mendekati Winnie dan memegang tangan nya Winnie seperti memandangi wajah Reynold sambil meminum susunya dan itu sangat membuat damai hati Reynold "boleh aku menggendong nya" Reynold meminta pada Hanen Hanen tidak menjawab sama sekali, dia memberikan nya pada Reynold dan berdiri membersihkan botol s**u Winnie "ini rumah mu sayang kamu akan besar disini,lihatlah Daddy membelikan mu banyak boneka seperti janji Daddy" Reynold membaringkan Winnie di tempat tidurnya dan dia juga tidur disamping nya Hanen melihat laptopnya dan bekerja sebentar untuk memeriksa stok makanan dan obat di desa yang terkena DBD "tok tok tok" Jessie mengetuk pintu kamar Reynold untuk membawa baju Hanen, Reynold berdiri dan membuka pintunya "tolong berikan ini pada Hanen Rey,tadi dia membeli ini karena bajunya tidak ada disini" Reynold menerima nya dan dia senang ada jalan untuk berbicara dengan Hanen "apa kau memesan ini" Reynold memberikan nya pada Hanen "iya,letak disitu saja" Hanen tidak mau melihat Reynold sama sekali "mandi sekarang jika nanti Winnie bangun kau tidak akan bisa mandi,karena aku akan kerja sebentar lagi" Reynold berbohong agar Hanen mau melihatnya "tap" suara laptop tertutup dengan keras dan itu menandakan Hanen selesai bekerja, Hanen mengambil baju,sabun nya dan segera masuk kedalam kamar mandi "lihat saja kau pasti akan meminta handuk padaku" Reynold memahami sikap marah Hanen karena tidak membeli popok 15 menit berlalu Hanen berteriak dari kamar mandi "Rey, ambilkan aku handuk" Hanen kesal sekali bagaimana bisa dia lupa bawa handuk "iya kau tunggu sebentar" Reynold memberikan handuk baru dan saat memberikan nya Reynold memegang tangan Hanen dengan lembutnya "lepaskan tangan mu" Hanen menarik tangan nya tapi tidak bisa "Hanen jangan acuhkan aku,aku bisa saja mendobrak pintu ini dan akan membuat suara yang kau dengarkan dari kamar sebelah tadi keluar dari mulut manis mu" Reynold tersenyum menggoda Hanen "aku tidak mau" Hanen mendorong pintu dan Reynold melepaskan handuknya dan kembali tidur di dekat Winnie Hanen kesal jika digoda Reynold, rasanya dia ingin cepat cepat pindah dari rumah Reynold "owek owek owek" Winnie menangis dan Reynold pun terbangun kemudian menggendong Winnie pelan "mommy Hanen masih mandi sayang, sebentar ya, apakah kau haus sampai menangis seperti ini" Reynold menggoyangkan badan Winnie pelan dan tertidur lagi "mommy sudah selesai mandi sayang,sekarang giliran kamu yang akan mommy mandikan" Hanen sudah menyiapkan air panas untuk Winnie,dia tidak suka jika badan Reynold sudah menempel kepada Winnie "iya mandi dulu ya sama mommy, Daddy ada kerjaan sebentar" Reynold memberikan Winnie pada Hanen "kamu digendong om Reynold ya,kamu tau mommy mandi ya" Hanen membaringkan Winnie di tempat tidur "Hanen,aku siapa Winnie" Reynold membalikan badan Hanen sampai terbaring disamping Winnie dan memegang pergelangan tangan Hanen "jangan menyentuh ku dengan tangan kotor mu" Hanen terus memberontak Reynold pun tidak bisa menahan tubuhnya hingga terjatuh di badan Hanen dan bibirnya menyentuh bibir Hanen dan Reynold langsung berdiri "plak" tamparan keras melayang di pipi Reynold "kau jangan menyentuh ku seperti kau menyentuh wanita ranjang mu,keluar kau dari sini" Hanen menangis dan berteriak dengan keras sampai Reynold terdiam di tempatnya "owek owek owek" Winnie menangis mendengar tangisan dan suara besar Hanen, sedangkan Hanen berlari ke kamar mandi sambil mengusap kasar bibir nya Reynold mengambil Winnie dan membawanya keluar dari kamar,dia menimang Winnie dengan lembutnya sampai Jessi tersenyum melihat sisi lembut Reynold POV Reynold on aku tidak bermaksud seperti itu Hanen,aku hanya ingin menggoda mu supaya hatimu tidak sekeras batu lagi jika berhadapan dengan ku, kenapa aku terlalu hina di matamu,apa karena aku pernah memukuli mu, apa karena aku membawa wanita lain kerumah ini, tapi kau tidak mencintai ku, kenapa kau harus melihat ku seperti jijik sekali POV Reynold off Hanen yang dikamar mandi menangis sambiy menyiram tubuh nya dengan air "aku benci kamu Reynold, setidaknya hargai aku dan Winnie jangan bawa wanita lain sesukamu, dan jangan menyentuh ku sesukamu" Reynold yang merasa sangat bersalah masuk kedalam kamar lagi untuk meminta maaf dan meletakkan Winnie ke dalam baby box nya "dasar pria bodoh,kau tidak menjemput kami,dan ini pertama kalinya Winnie datang ke rumah ini,tapi kau asyik bermain dengan wanita mu" Hanen masih dikamar mandi menumpahkan kekesalan nya Reynold mendengar semua dan dia sudah tau kenapa Hanen sangat marah padanya "Hanen,maafkan aku,bisa kau keluar aku ingin bicara kepada mu" Reynold mengetuk pintu kamar mandi tapi Hanen tidak menjawab lebih dari 20 menit akhirnya Reynold mendobrak pintu dan Hanen duduk menangis di bawah shower yang mengalir "aku minta maaf,aku salah Hanen,jangan hukum aku seperti ini, bicaralah padaku" Reynold mencoba mendekati Hanen "jangan dekati aku" Hanen menatap tajam pada Reynold "baiklah, tapi jangan duduk seperti ini dibawah air itu bisa membuat kau sakit" Reynold membujuk Hanen "aku ada beberapa syarat untukmu,jika kau tidak mau aku akan pergi sekarang juga membawa Winnie" Hanen benar benar marah "iya katakan lah aku akan mendengar nya" Reynold sangat sabar dengan sikap Hanen "jangan masuk sesukamu kedalam kamar ini,jangan menyentuh ku,dan jangan bawa wanita kerumah ini,karena akan membawa kondisi yang buruk bagi Winnie" Hanen mengatakan semua dengan emosinya "kalau wanita aku tidak bisa,aku pria normal dan itu penghilang lelah ku" Reynold sangat menolak nya "jangan dirumah ini,jika diluar terserah kau" Hanen masih bertahan dengan emosinya "baiklah, ayo keluar dari sini, Winnie mencari mu" Reynold menjulurkan tangannya untuk membantu Hanen "aku bisa sendiri" Hanen berdiri dan Reynold keluar, karena Hanen akan mengganti pakaian nya lagi Reynold melihat Winnie yang tertidur pulas dan keluar dari kamar nya "bagaimana kau sudah melihat Winnie" Yogi yang sedang menikmati Wine nya, menegur Reynold yang baru keluar dari kamar "saat dia keluar dari rahim ibunya,aku sudah melihatnya" Reynold pun duduk dan menikmati Wine nya "tadi Hanen kesal mendengar suara Tania, hatinya semakin membatu karena kamar yang ditempati nya kau pakai bersama Tania" Yogi menceritakan nya pada Reynold "barusan dia memberikan syarat kepada ku, agar tidak membawa wanita ke rumah ini karena sudah ada Winnie" Reynold menceritakan nya pada Yogi "aku setuju,anak bayi itu masih suci, jangan buat dia mendengar suara dosa itu,karena tadi Hanen menutupi telinga Winnie" Yogi membenarkan sikap Hanen tak lama Tania keluar dia belum tau ada Hanen dan Winnie di kamarnya "sayang" Tania langsung duduk dipangkuan Reynold dan Reynold menyambut nya "aku permisi dulu Rey" Yogi masuk keruangan kerja nya Reynold mencium bibir Tania dan membuat dia ingin bertempur lagi "aku lelah kita makan dulu sayang, baru kita habiskan malam ini" Tania berdiri dan menuju dapur "Jessi sediakan makanan aku lapar" Tania memerintah Jesi,dan Jessi pun hanya tersenyum "kalau kau mau makan silahkan ambil sendiri,jangan perintah orang yang lebih tua darimu dan jaga tutur kata mu" Hanen keluar dari kamar karena lapar dan mendengarkan Tania sesuka nya pada Jessi "siapa kau, kenapa dia keluar dari kamar mu" Tania bertanya pada Hanen dan Reynold "Hanen dia kekasih ku,jangan perlakukan dia seperti itu,sopan lah pada nya" Reynold membela Tania karena dia baru bertemu dengan Tania "sopan santun,kau mengajariku? dia memerintah Nyonya Jessi yang umurnya jauh di atas nya, kau tidak mengajarkan sopan santun pada nya" Hanen protes pada Reynold. "aku kekasih nya,jangan mengatur ku,kau siapa,keluar dari sini" Tania mengangkat tangannya dan menunjuk pintu Reynold hanya diam saja tidak tau membela siapa Hanen atau Tania. Yogi keluar dari kamarnya karena mendengar suara ribut di luar, sementara Jessi sudah menenangkan Hanen "kau pilih siapa aku dan Winnie atau Wanita ranjang mu" Hanen melipat tangannya di d**a dan menatap mata Reynold dengan tajamnya "jaga ucapan mu Hanen dia kekasihku" Reynold memegang tangan Tania "Hanen jangan ladeni dia,kau masuklah mungkin Winnie membutuhkan mu sekarang karena sepertinya dia menangis" Yogi mendengar suara Winnie dan Hanen masuk kedalam kamar Reynold Reynold menyusul Hanen untuk menenangkan nya "keluar kau" Hanen mengumpulkan semua barang Winnie "ini kamar ku,kau tidak berhak mengusir ku dan jangan menyuruh ku memilih karena kau tidak punya hak untuk itu" Reynold heran dengan sikap Hanen yang bertindak sebagai kekasih nya "baik,kami yang keluar dan silahkan ambil hak mu akan kamar ini,dan semua nama Winnie akan ku ganti dan ayah angkat nya bukan kau lagi" Hanen menggendong Winnie dan membawa baju nya dan Winnie "mommy akan membawa mu ke rumah mommy saja sayang,disana tidak ada suara suara dosa" Hanen mendorong Reynold dan hendak keluar tapi dihalangi Reynold "Hanen,aku tak mungkin mengusir nya,dia kekasihku,tolong mengerti" Reynold memohon pada Hanen "kalau begitu tindakan kau sudah tepat karena aku tidak siapa siapa disini" Hanen keluar dan menuju pintu keluar. "ini sudah malam Hanen tolong tenang lah,kasihan Winnie" Yogi menghalangi langkah Hanen "Tuan antarkan aku pulang ke rumah ku" Hanen minta tolong pada Yogi Tania tersenyum senang dia dibela oleh Reynold, sedangkan Reynold sudah diam seribu bahasa tapi dia tidak mau kehilangan Winnie "Reynold apa kau akan membiarkan Hanen dan Winnie celaka jika keluar dari rumah ini" Yogi masih menahan Hanen karena tidak tega melihat Winnie "babu jangan ikut campur,bila perlu kau ikuti saja dia" Tania tersenyum senang,dan Reynold tak bisa bicara apapun semua teras kaku di lidahnya "plak" Hanen menampar keras pipi Tania,setelah memberikan Winnie pada Jessie "jaga bicara mu dan kau hanya pemuas nafsunya saja,jika dia sungguh mencintaimu dia akan menikahi mu baru memakai badan mu,dan jangan kau kira karena kau kekasih nya kau bisa menginjak harga diri ku karena aku tidak pernah memberikan tubuhku kepada pria manapun,kau tak lebih dari sampah" Hanen tak takut sedikitpun sedangkan Tania menangis dipelukan Reynold seakan-akan ingin mengadu "apakah aku hanya babu bagimu Rey, hingga kau tidak bisa membela ku sedikit saja, Hanen kita pergi dari sini dan bawa Winnie" Yogi akan membawa Hanen dan Winnie ke rumahnya "bawa aku bersama mu Yogi" Jessi pun tak tahan dengan Tania "pergi kalian, dan jangan kembali lagi" Tania mengusir mereka semua dan Reynold hanya menatap Winnie anak angkatnya Hanen, Jessi, Yogi dan Winnie keluar dari rumah Reynold "besok mommy akan mengurus kembali surat asuh mu sayang dan nama mu akan mommy ganti tidak ada Anggara lagi" Hanen kecewa luar biasa dengan sikap Reynold "dia bukan ayah angkat yang baik, tidak memikirkan Winnie sedikit pun apa dia sudah buta oleh badan Tania" Yogi sangat marah dengan Hinaan Tania "dia berubah setelah Tania pulang dan kembali ke rumah kita" Jessi juga amat kecewa dengan sikap Reynold setelah beberapa menit mereka sampai di rumah Yogi dan Hanen langsung masuk ke kamar tamu untuk menidurkan Winnie sementara Jessi dan Yogi sedang membahas sifat Reynold,rasa kecewa mereka sudah sangat besar pada Reynold "ooowek owwwek" Winnie menangis dengan sangat keras dan Hanen panik dan membawanya keluar "ada apa Hanen" Yogi dan Jessi berlari kedalam rumah "kenapa dia menangis seperti itu" Yogi tidak tega mendengarkan nya, Jessi juga ikut mendiamkan Winnie Hanen menggendong badan Winnie sambil bergerak agar diam tapi malah semakin keras saja Yogi dan Jessi menggendong nya bergantian tapi Winnie semakin keras menangis, Hanen buru buru membuat s**u nya "kenapa bayi cantik ku menangis seperti itu" suara besar Reynold terdengar ke penjuru rumah dan dia mengambil Winnie dari Jessi dan menggendongnya sambil menciumi pipi nya "kenapa kau kesini" Hanen melotot pada Reynold, sedangkan Winnie sudah tertidur pulas sambil meminum susunya "dia diam begitu Reynold datang, sungguh aku tak percaya, bayi mungil itu diam" Yogi heran kenapa tiba-tiba Winnie tenang di tangan Reynold "karena dia tidak mau jauh dari Daddy nya,ya kan sayang, aku minta maaf pada mu" Reynold menatap wajah Hanen dengan wajah tampannya hingga Hanen salah tingkah. "dia sudah diam,mari ku bawa kedalam" Hanen meminta Winnie pada Reynold,dan Reynold memberikan nya, Winnie dibawa kedalam kamar lagi "owek owek owek" Winnie menangis dengan kuat lagi,dan Reynold masuk kedalam kamar untuk mendiamkan Winnie "pulang ke rumah ku, Winnie tidak bisa jauh dariku Hanen" Reynold menimang Winnie sebentar saja dan bayi mungil itu tertidur pulas
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD