Hanen menyelesaikan semuanya hari itu juga dan sedang menunggu akta kelahiran Winnie selama 1 minggu
"Hanen apa sudah bisa aku bawa Winnie pulang bersamaku" Reynold akan sangat sibuk dengan pekerjaannya dan ingin sekali membawa Winnie pulang ke rumahnya
"tidak Rey,dia akan ikut bersama ku saja,kau tidak akan bisa mengurus nya sendiri, lagian aku juga tidak tau apa pekerjaan mu" Hanen menolak permintaan Reynold untuk membawa Winnie bersama nya
Reynold menatap heran Hanen,dia ayah angkat Winnie tentu saja harus ikut bersamanya
"Hanen aku Daddy nya,jangan pisahkan aku dan dia,aku yang harus menjaganya" Reynold mulai emosi Hanen menolak membawa Winnie pulang
"dia itu masih sangat kecil,apa kau bisa memandikannya nya, mengganti popok dan membersihkan pup nya,memberi dia s**u 1x2 jam" Hanen kesal karena Reynold tidak pernah tau masalah itu
"jadi kapan aku bisa membawa nya bersamaku" Reynold mulai melunak karena dia sudah paham maksud Hanen dan dia mengingat lagi kejahatan nya kepada Hanen
"kau bisa datang ke rumahku untuk menjenguknya kan,biarkan di bersama ku itu lebih aman" Hanen tidak akan menyerahkan Winnie pada Reynold
"jadi aku hanya diam saja begitu maksud mu" Reynold terus berdebat dengan Hanen
"kau harus membelikan nya s**u,baju,popok,dan buatkan kamar baby untuknya di rumah ku sekarang" Hanen memberikan tugas pada Reynold
"masalah gampang" Reynold menelfon Yogi dan segera mengurus keperluan bayinya
saat Hanen berdebat dengan Reynold hp nya berbunyi dan itu dari Gilang papa nya
"Hanen kamu dimana,jangan pulang ke rumah nak,ada yang melempari rumah kita dengan batu nak,kamu dimana sekarang" Gilang sangat mencemaskan putri nya
"papa tidak terluka kan, kenapa rumah kita dilempari, siapa yang melempari rumah kita" Hanen melihat tajam pada Reynold,dia mulai terlibat dengan musuh Reynold
"nak, tetap di rumah sakit ya papa akan kesana segera" Gilang akan menyembunyikan anaknya dari musuh nya yaitu Wenzar Selov
"kamu menyerang rumah ku lagi" Hanen menuduh itu ulah Reynold
"bukan cuma rumah mu Hanen,rumahku juga sedang dilempar dan bodyguard ku belum bisa menangkap pelaku nya" Reynold menunjukan rekaman video yang dikirim Yogi
"Winnie harus ku bawa kemana supaya aman,rumah mu dan rumah ku sama sama di serang" Hanen menarik rambutnya ke belakang
"lebih aman di rumahku, ada banyak bodyguard dan juga ada banyak pelayan di rumah ku,kau tidak akan kesusahan merawat Winnie" Reynold akhirnya menang jika Hanen dan Winnie pulang ke rumahnya
"boleh aku bertanya pada mu, pekerjaan kamu sebenarnya apa Rey" Hanen bertanya karena penasaran
"aku mengerjakan apa saja yang benar dan menghasilkan uang,dan juga aku selalu membela orang-orang yang tertindas dan lemah" Reynold melihat bola mata Hanen yang sangat indah,dan dia terhipnotis dengan kecantikan Hanen
Hanen meninggalkan Reynold dan kembali ke ruangan nya untuk memantau desa yang terkena DBD, berdebat dengan Reynold tidak akan ada hasilnya lebih baik dia mengalah saja
"Yogi kau sudah mengerjakan perintah ku" Reynold menelfon Yogi
"Rey,aku sedang mengurus penyerang rumah ini kau malah sibuk dengan kamar bayi,wanita mana yang kau hamili sampai kau mau memiliki anak,jangan main main dengan bayi mulia itu" Yogi kesal sekali pada Reynold karena dia tau Reynold tidak suka anak anak apalagi bayi dan kenapa tiba-tiba harus ada kamar bayi di rumah nya
"kerjakan saja Yogi,mintalah Jessie membantumu,dan jangan banyak pertanyaan" Reynold memutuskan sambungan telfonnya, Yogi tidak tau sisi lain Reynold yang sangat menyayangi anak anak,dia hanya menunjukkan sisi kejam nya saja
Reynold pun membawa 15 anak buahnya untuk mengurus preman yang menggangu perusahaan yang dilindungi nya,karena sudah ada yang berani mengusik ketenangan nya
"bos, sepertinya ada orang kuat dibelakang mereka sampai berani mengusik mu padahal semua kota ini tau kau mafia terkejam" kata Weki anak buah Reynold
"hanya ada 1 kemungkinan dia anak buah Wenzar Selov karena hanya dia yang berani menantang ku terang terangan, dan sekarang dia melempari rumah ku dan rumah Hanen" Reynold tau jika Wenzar selingkuhan mama nya yang berani menantang nya.
Reynold sampai di tempat preman itu sedang beristirahat,dia melihat seseorang sedang menarik karyawan wanita dan dimasukkan ke dalam gudang
"b******n gila kau mau menodai nya, apakah kau sudah tidak mau memiliki tangan hari ini" Reynold benar-benar sudah tidak akan memberi ampun pada musuh nya kali ini
Reynold memberikan arahan pada anak buahnya untuk mengepung gudang itu dan dia menyuruh Yogi untuk memberikan arahan untuk penyerangan
Yogi yang sudah dikirim alamatnya mencoba meretas CCTV nya dulu tapi sialnya itu sudah di rusak oleh preman itu
"aku akan membawa alat kita segera kesana" Yogi pun bergegas dengan memakai Moge (motor gede) miliknya agar cepat sampai karena jika menaiki mobil itu akan sangat lama
"kau berikan mereka teror dulu dan pastikan mereka sudah berkumpul di dalam" Reynold sudah memikirkan apa yang akan dilakukannya nanti
tak berapa lama Yogi datang dan masuk ke mobil Reynold dan dia mengatur kamera kecil berupa kupu-kupu dan menerbangkannya
"dasar manusia tak berguna, tidur di siang hari membuat keributan di tengah malam,apa kalian tidak tau siapa aku" Reynold yang memantau dari laptop Yogi sangat marah karena ada 5 karyawan yang mereka sekap dan hanya memakai handuk
"akan aku habisi kalian semua, memperlakukan wanita seperti itu,kalian berani melakukan itu" Yogi sudah mulai panas
"akan ku buat kalian menjadi abu, cukup aku saja yang melakukan kebodohan menyakiti wanita" Reynold mulai mengarah kan anak buahnya masuk kedalam dengan memegang balok besar
di saat preman itu tertidur anak buah Reynold yang di pimpin Weki menghajar habis habisan anak buah Wenzar,dan semua tempat mereka periksa ada 50 drum bensin yang diselundupkan di gudang itu
Yogi dan Reynold masuk kedalam gudang itu dan melepaskan ikatan ditangan 5 perempuan itu dan memberikan baju mereka semua yang berserak dilantai
"aku jijik dengan diriku,aku tidak mau hidup lagi" salah satu wanita yang di ikat itu menangis karena semua badannya sudah di jamah preman preman itu
"apa kau sudah di nodai" tanya Reynold dengan suara datarnya.
"tidak, mereka berganti gantian menjamah semua badan ku,aku takut aku sangat takut,aku tidak mau tubuh kotor ini lagi" wanita itu sangat trauma sekali
"ini,habisi mereka yang sudah menjamah kalian tadi sesuka hati kalian" Reynold mengambil balok balok yang di pegang anak buahnya
tanpa ragu 5 wanita itu memukuli alat vital preman preman itu dan memukuli kepala mereka sampai hampir pecah
salah seorang anak buat Wenzar yang melihat Reynold lari ketakutan dan tidak berani masuk kedalam
selagi para wanita memukuli preman itu,anak buah Reynold sudah menumpahkan drum yang berisi bensin sampai keluar gudang
"sudah,kalian akan dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa dan kalian temui psikolog agar rasa trauma kalian bisa hilang" Reynold,5 wanita itu dan semua anak buahnya keluar dari gudang, sedangkan preman preman itu sudah tak bernyawa lagi di dalam gudang dan sudah di sirami bensin juga
"tapi apa mereka bisa dipercaya" 5 wanita itu takut jika akan diculik lagi
"jika mereka macam macam akan aku hancurkan kepalanya" Reynold menunjuk 1 mobil dan 5 wanita itu masuk kedalam mobil untuk menuju rumah sakit tempat Hanen bekerja
Reynold memakai Moge Yogi mendekati gudang itu, sementara anak buahnya dan Yogi sudah berdiri jauh dari gudang itu, Reynold menjatuhkan pemantik api nya yang hidup ke lantai yang sudah tersiram bensin dan meninggalkan gudang itu sebelum meledak
"duuuuaaar" ledakan keras terdengar dari dalam gudang,api yang sangat besar itu pun sudah pasti melahap habis semuanya tanpa tersisa
"lihat kekejaman ku ini dan jadikan pelajaran bagi kalian semua jika ingin berkhianat pada ku" Reynold pasti selalu akan memberikan rasa trauma bagi anak buahnya jika selesai menghabisi musuhnya
Yogi dan anak buah Reynold sudah tau akibat dari semua nya jika berkhianat,dan mereka pun meninggalkan tempat itu dan pulang kerumah
anak buah Reynold membawa 5 wanita itu kepada Hanen dan pergi berjaga lagi diluar
"kalian kenapa berantakan seperti ini" Hanen melihat para wanita itu sudah acak acakan
"apa kalian dinodai oleh Reynold" Hanen langsung berpikiran buruk setelah melihat anak buah Reynold
"justru dia yang menyelamatkan kami dari preman preman yang ingin menodai kami" 5 wanita itu bercerita berganti gantian dan Hanen langsung memanggil sahabatnya seorang psikolog untuk menghilangkan trauma mereka
"ganteng sekali pria tadi,aku seperti diselamatkan seorang pangeran" salah satu wanita itu memuji Reynold karena kebaikan nya
"aku mau jadi istrinya" kata wanita yang lainnya lagi
Hanen hanya tersenyum pada mereka padahal dimata Hanen Reynold orang yang sangat jahat
"kau belum merasakan tangan nya kena ke pipi mu,dia bukan orang baik,dia jahat dan kejam,kau jangan terhipnotis ketampanan nya saja" Hanen menggerutu sendiri mendengar 5 Wanita itu memuji Reynold
Gilang menelfon Hanen lagi untuk memastikan kalau Hanen aman
Gilang : Hanen, papa tidak bisa keluar dari rumah karena semakin banyak yang melempari rumah kita,ini bukan ulah Reynold kan
Hanen : papa jangan keluar ya tetap di rumah saja dan tenang, bukan Reynold pa rumahnya juga diserang sekarang pa oleh orang tak di kenal
Gilang : kalau begitu kamu bisa menelfon nya nak supaya papa bisa keluar dari rumah ini, karena dia sangat di takuti oleh sesama Mafia nak,dia boss mafia di kota ini
Hanen : akan Hanen coba pa,apa Reynold seorang boss mafia pa? Hanen tidak salah dengar kan pa?
Gilang : dia mafia terkejam dan paling ditakuti di kota ini nak,untuk sementara waktu kamu tinggal dengan dia saja ya supaya kamu aman nak, tidak ada yang akan berani menyentuh mu jika kau bersama dia
Hanen : nggak pa, Hanen tidak mau, Hanen akan mencari rumah saja supaya aman, Hanen tidak mau terlibat dengan orang jahat
Gilang : papa saja ingin berlindung kepada nya kenapa kamu mau menjauh dari dia nak?kadang ada baiknya jika kita bersembunyi di sarang mafia demi keselamatan kita,dan telfon berakhir
Hanen berpikir keras dan dia tidak mau terlibat jauh dengan Reynold kecuali urusan dengan baby Winnie dan dia meminta anak buah Reynold menghubungi Reynold
Reynold : apa ada masalah
Hanen : ini aku Hanen, Rey bisa kau selamatkan papa ku,rumah ku semakin banyak yang melempari Rey
Reynold : berarti kau akan tinggal disini kan bersama baby Winnie, aku tidak bisa menjaga dua rumah sekaligus jika berjauhan Hanen,aku akan mengurus rumah mu dan tuan Gilang
Hanen : untuk sementara waktu aku akan tinggal di rumah mu dulu sampai rumah ku aman
Reynold : baiklah Hanen aku akan mengurus nya dan menyiapkan kamar buat Winnie
Hanen : Rey,aku tidak mau dikamar kemarin ada kunang-kunang,aku mau kamar lain saja ya
Reynold : hahahahahha,kita sekamar saja Hanen,Mommi, Winnie dan Daddy
Hanen : apa kau sudah gila sekarang, Hanen memutus kan sambungan telfonnya
Reynold pun memerintahkan Weki kerumah Gilang untuk menghentikan pelemparan batu yang menyerang rumah Hanen
Jessie yang sudah diperintahkan untuk menyiapkan kamar bayi menyampaikan bahwa orang yang akan datang mengurus nya siang nantu,
"baiklah Jessie tolong urus semuanya,aku harus mengurus pekerjaan ku dulu,dan tolong decor kamarnya di dalam kamarku saja" Reynold memerintahkan Jessie
"wanita mana yang kau hamili tuan,sampai kau rela kamar mu yang dipakai untuk kamar baby" Jessie terkejut sekali jika Reynold mau punya anak dari wanita ranjangnya
"aku dan Hanen mengadopsi anak Jessie,dia mau hidup untuk kami berdua setelah tidak bernafas sebentar" Reynold tegang mengingat bayi itu tak bernafas tadi
"kenapa kau tidak buat saja dengan Hanen, sudah jelas di darah daging kalian berdua" Yogi ikut bergabung bersama Reynold dan Jessi
"kau tidak melihat wajah menjijikkan nya setiap melihatku, bagaimana bisa aku menyentuhnya" Reynold tersenyum jika mengingat tadi Hanen memeluk nya
"apa kau mencintai nya Rey" Jessi bertanya penasaran
"tidak Jessi wanita hanya penghangat ranjang ku saja" Reynold tidak mau terikat dengan wanita manapun
"termasuk Hanen" sambung Yogi
"kecuali dia" jawab Reynold tegas
di rumah sakit
"hai sayang anak mommy kamu sudah bangun ya,kamu haus sayang" Hanen megunjungi Winnie untuk memberikan s**u nya
"owek owek owek" Winnie menangis karena popok nya basah
"iya sayang Mommi ganti ya sebentar-sebentar" Hanen mengambil popok Winnie dan melihat tas perlengkapan Winnie ternyata popok nya sudah habis
"kau tolong jaga Winnie sebentar aku mau ngambil popok dulu" Hanen menyuruh bodyguard Reynold untuk menjaga Winnie
"baik buk" jawab bodyguard Reynold,
"maaf boss,popok bayi mungil anda habis dan Dokter Hanen tadi kesal karena anda belum membelinya" Bodyguard Reynold menelfon Reynold karena melihat Hanen marah
"aku hanya menyiapkan nya dirumah karena sebentar lagi mereka akan pulang,kau jaga bayi ku dengan hati hati" Reynold tidak kepikiran dengan itu dan memutuskan sambungan Telfonnya
Hanen kembali dengan popok Winnie dan bodyguard itu pun keluar dari kamar bayi
"bagaimana bisa Reynold tidak membelikan kamu popok bayi manis,dia tidak pantas jadi Daddy mu" Hanen menggerutu tidak jelas
Weki yang dirumah Gilang sudah menangkap yang melempari rumah Gilang dan membawa nya pada Reynold
"ini tuan yang sudah mengusik ketenangan mu dan tuan Gilang" Weki membawa 7 orang yang sudah babak belur
"kau suruhan siapa" Reynold menarik rambut salah satu orang yang dibawa Weki
"Wenzar Selov" nama itu keluar dari mulut ny
"masukkan ke ruang gelap dan kau tau binatang ku sudah 2 hari tidak makan, terimakasih kalian sudah mau datang" Reynold memerintahkan Weki membawa mereka ke ruang gelap,7 orang itu ketakutan sekali dan meminta ampunan
Tania kekasih Reynold baru datang dari Belanda dan langsung ke rumah Reynold
"honey aku datang" Tania langsung masuk kerumah Reynold yang sangat megah itu
"Tania" Yogi terkejut mendengar suara itu
"masih jadi b***k kau Yogi" Tania sangat angkuh dan sombong.
"Jaga mulut mu Tania" Reynold datang karena mendengar suara Tania
Tania berlari memeluk Reynold dan menciumi nya
"kita lanjut di dalam kamar saja honey" Reynold mengangkat tubuh Tania dan tentu saja Tania sangat menunggu itu
"aku pasrah" Tania menciumi bibir Reynold sedangkan Yogi meninggalkan rumah Reynold dan menjemput Hanen karena sudah dihubungi Gilang
Reynold yang sudah lama tidak menyentuh wanita selama Tania pergi seperti singa kelaparan dan langsung menerjang Tania
Jessi yang mengurus kamar baby Winnie sudah biasa mendengar suara suara desahan seperti itu
sesampainya di rumah sakit Yogi menemui Gilang,
"tuan apa kau jadi menyusul Reyhan ke negaranya" Yogi menghampiri Gilang yang pasti sedang menunggu Hanen selesai bekerja
"seperti nya jadi tuan,aku ingin menghindari serangan Wenzar dulu,aku nanti akan dikawal bodyguard Reyhan dan Reynold dan juga Dios,tapi bagaimana dengan putriku tuan" Gilang sangat mencemaskan putrinya akan sendirian jika nanti di pergi
"bukan kah mereka mengadopsi seorang bayi dan Hanen akan tinggal dirumahnya Reynold karena rumah kalian di serang, nanti saya akan mengantar Dios ke bandara" Yogi menjelaskan pada Gilang
"kenapa aku tidak tau tuan, Hanen mengadopsi seorang anak, kenapa dia tidak menikah saja dengan dokter Jimmi dan mempunyai anak sendiri" Gilang kesal kepada Hanen karena sama sekali tidak tau
Hanen yang baru selesai kerja,sudah siap untuk pulang dan sudah membawa baby Winnie dan bodyguard Reynold membawa semua barang Winnie sedangkan Reynold tidak ada
"Yogi,kau datang untuk menjemput ku kan,antar kami ke rumah papa ku saja ya,aku akan menjaga Winnie disana saja" Hanen kecewa kenapa Reynold tidak ikut menjemput Winnie bukankah tadi dia bersemangat sekali untuk menunggu Winnie pulang
"jangan nak, papa akan menyusul Reyhan papa Reynold,tidak aman bagi papa di sini,dan kamu juga akan dalam bahaya,kamu tinggal dirumah Reynold untuk sementara waktu saja,anak siapa yang kamu bawa itu putriku" Gilang mengelus lembut pipi Winnie
"tapi aku benci melihatnya pa, tapi demi keselamatan kami,aku akan mencoba demi Winnie,ini tadi dilahirkan pagi dan ibunya meninggal saat melahirkan tadi,dia anak yatim piatu pa" Hanen mencium kening Winnie
"jadi gara gara kau ya makhluk mulia, Reynold heboh menyiapkan semua kebutuhan yang kau perlukan" Yogi memegang tangan mungil Winnie,dan Hanen tersenyum melihat Winnie diperlukan baik
"bagaimana Hanen kamu mau kan nak, papa nanti ketinggalan pesawat jika terlalu lama di sini" Gilang mengelus rambut Hanen
"jika itu yang terbaik pa,Hanen akan patuh dan cepatlah pulang pa, supaya papa bisa juga membantuku merawat Winnie" Hanen memeluk Gilang sementara Winnie dipegang Yogi
"jangan menangis sayang, papa akan kembali nak" Gilang pamit dan segera berangkat ke bandara diantar anak buah Reynold