Aroma laut yang lembut bercampur dengan harumnya kue yang baru keluar dari oven. Dapur luas dengan dinding putih dan jendela besar yang menghadap ke pantai terlihat seperti lukisan hidup. Dira berdiri di dekat meja dapur, apron bermotif bunga terikat di pinggangnya. Di depannya, Noah duduk di kursi kayu kecil dengan tangan bersedekap, ekspresi di wajah mungilnya penuh perlawanan. “Noah, sayang… coba lihat ini,” Dira berkata sambil mengangkat sepiring kue cokelat hangat yang baru selesai ia panggang. “Ini kue kesukaan Noah. Kalau Noah mau minum obatnya, Mommy janji kue ini milik Noah. Semuanya. Beneran Noah gak mau minum obat?” Noah menatap kue itu sejenak, matanya sedikit berkilau. Tetapi dengan cepat dia menggeleng keras, bibirnya mengerucut. “Enggak mau! Obatnya pahit, Mommy! Noah ga

