BAB 31

1555 Words

Ruang rapat terasa begitu mencekam dan menakutkan. Langit biru dan laut Ionia yang memantul dari dinding kaca seolah tidak cukup untuk menenangkan para eksekutif yang duduk di sekitar meja panjang. Ethan Alexander berdiri di ujung meja, posturnya tegap dan penuh d******i, sementara ekspresinya sedingin baja. Tatapan matanya yang tajam menusuk membuat ruangan terasa dingin membekukan. “Jadi, mari kita ulang,” katanya, suaranya rendah, namun tegas, seperti ancaman yang tidak perlu diterjemahkan. “Mesin utama Grecia rusak di tengah perjalanan menuju pelabuhan Singapura. Kita kehilangan waktu, uang, reputasi, dan kepercayaan klien.” Tatapannya menyapu ruangan, membuat nyali ciut hingga titik terendah. “Dan kalian di sini—sekelompok orang yang kubayar mahal—bahkan tidak bisa memberi solusi y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD