Widya bahkan tidak memiliki niat sama sekali untuk melarang Laras. Dia tersenyum lebih lebar, mengajak Laras masuk ke dalam rumah dengan ramah dan menyanjung. "Duduk lah, kamu mau makan atau minum apa? Biar Bibi minta pelayan untuk membuatkan sesuatu untukmu." Widya berkata sembari memanggil pelayan yang lewat. Laras menatap ke sekitar, matanya mengincar setiap sudut tempat, berharap bisa melihat Kevin. Mendengar apa yang dikatakan calon ibu mertuanya, dia tersenyum. Dengan senang hati, dia menyerahkan barang yang dibelinya tadi kepada Widya. "Untuk Paman dan Bibi. Ini tidak seberapa, aku membelinya tanpa persiapan berharap Bibi tidak akan keberatan." Widya mengambil alih barang dari tangan Laras, merasa sangat tersanjung. "Kamu sangat baik, lain kali tidak perlu membawa apa-apa. Datan

